JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menjadi calon wakil presiden (cawapres) yang masuk dalam urutan atas sebagai cawapres yang dinilai mendapatkan dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasil itu berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia periode 30 April-5 Mei 2023.
Mengutip Antara, Sabtu (20/5/2023), survei Indikator Politik itu melibatkan sebanyak 1.200 responden yang dipilih melalui pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan pemindaian. Responden itu lalu diwawancara melalui sambungan telepon.
Ambang batas kesalahan dalam survei itu diperkirakan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
BACA JUGA:
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam pemaparannya menyampaikan, sebanyak 15,9 persen masyarakat percaya Erick Thohir adalah sosok cawapres yang telah mendapatkan dukungan dari Presiden Jokowi.
Sementara tokoh lain yang berada dalam urutan atas hasil survei tersebut adalah Sandiaga Uno dengan 20,0 persen dan Ridwan Kamil 14,3 persen.
Seperti diketahui, Erick Thohir merupakan pemimpin yang kerap menjadi andalan oleh Presiden Jokowi di pemerintahan. Bahkan hubungan keduanya sangat dekat baik secara profesional maupun personal.
BACA JUGA:
Secara profesional Erick Thohir kerap menerima penugasan strategis dari Presiden Jokowi. Penugasan strategis di antaranya adalah menanggulangi pandemi Covid-19, memulihkan ekonomi nasional, mentransformasi perusahaan – perusahaan BUMN, memberantas korupsi di lingkungan Kementerian BUMN, meningkatkan laba dan dividen kepada negara hingga penyelamatan dunia sepak bola Indonesia.
Penugasan strategis ini berhasil dilakukan oleh Erick Thohir dengan banyak meraih kesuksesan. Seperti penanggulangan Covid-19 Indonesia dengan mampu memproduksi vaksin sendiri yakni IndoVac. Pemulihan ekonomi nasional melalui perekonomian rakyat dengan program KUR, Mekaar dan Makmur.
Mentransformasi perusahaan – perusahaan BUMN menjadi lebih efisien dengan melakukan holdingisasi atau penggabungan perusahaan. Berhasil memberantas korupsi yang di antaranya adalah Jiwasraya, Asabri, Garuda Indonesia, Waskita Beton Precast dan Pelindo.
Kemudian laba Kementerian BUMN yang terus meningkat setiap tahun dari Rp 13 triliun di tahun 2020 menjadi Rp 124,7 triliun di 2021. Begitu juga di tahun 2022 yang mencatatkan laba konsolidasi sebesar Rp 240 triliun.