Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tuntong Laut, Spesies Kura-Kura Penghuni Hutan Mangrove yang Terancam Punah

Meuthia Hamidah , Jurnalis-Selasa, 23 Mei 2023 |06:09 WIB
Tuntong Laut, Spesies Kura-Kura Penghuni Hutan Mangrove yang Terancam Punah
Tuntong Laut. (Foto: Biodiversitas Indonesia-ULM)
A
A
A

TIDAK banyak yang tahu bahwa Indonesia memiliki satu spesies kura-kura air tawar dan darat yang hidup di hutan mangrove dan terancam punah. Spesies ini bernama tuntong laut (Batagur borneoensis) merupakan satu di antara 29 spesies kura-kura yang ada di Indonesia.

Spesies ini tidak diketahui oleh banyak orang karena memang sudah sangat sulit untuk ditemukan. Mengingat tanggal 23 Mei 2023 merupakan Hari Kura-Kura dan Penyu Sedunia, mari kita mengenal tuntong laut.

Tuntong laut memiliki banyak nama. Masyarakat Sumatra, misalnya, menyebut tuntong laut dengan sebutan beluku. Di Kalimantan, hewan ini dikenal dengan nama tum-tum. Lainnya, tuntong laut disebut pula dengan tuntung atau tuntong semangka lantaran punggungnya yang berwarna cokelat muda kehijau-hijauan mirip dengan buah semangka. Tuntong laut lebih banyak hidup di kawasan air payau, seperti muara dan anak sungai, di hutan bakau serta daerah yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut.

Fisik tuntong laut mirip seperti kura-kura pada umumnya. Panjang karapas (tempurung) berkisar antara 60-100 cm dengan lebar 30-40 cm. Pada umumnya, ukuran tubuh tuntong betina lebih besar dibandingkan dengan tuntong jantan. Tuntong betina memiliki warna kepala cokelat, sementara jantan berwarna putih keabuan, tetapi keduanya memiliki jidat yang berwarna merah.

Karapas tuntong laut pun lebih ringan dibandingkan kura-kura darat. Hal ini karena adanya rongga kosong di antara tulang-tulang tempurung, sehingga tuntong dapat berenang dengan cepat dan tidak tenggelam. Mereka memiliki rahang atas bergerigi serta lima kuku tajam pada kaki depan dan empat kuku tajam pada kaki belakang.

Memasuki musim kawin, tuntong jantan akan mengalami dimorfisme seksual, yaitu ditandai dengan perubahan warna dari cokelat ke putih keabuan dengan bintik hitam, serta warna kepala menjadi berwarna jingga atau merah. Selain itu, saat musim kawin mereka akan bermigrasi dan tuntong berita dapat menghasilkan 12-24 butir telur. 

Kura-kura jenis tuntong laut ini lebih banyak menghabiskan waktu di air. Namun jika sudah tiba waktu pagi atau sore, mereka akan ke darat untuk berjemur. Tuntong laut termasuk satwa yang jinak, mereka tidak menyerang. Bahkan jika mereka merasa terancam, mereka akan bersembunyi di cangkangnya atau pergi menjauh. Tuntong laut juga termasuk hewan herbivora yang menyukai vegetasi di tepi sungai, seperti daun, buah mangrove, tunas mangrove dan rumput liar sungai.

Salah satu hal yang mengancam populasi tuntong laut adalah rusaknya hutan bakau (mangrove), yang merupakan habitat utama tuntong laut. Dengan rusaknya hutan bakau, maka populasi mereka akan terancam karena kehilangan tempat tinggalnya. Ancaman lainnya adalah aktivitas perburuan liar dengan tujuan memperjualbelikan satwa tersebut. Saat ini, populasi tuntong laut terkategorikan Critically Endangered (CR) menurut IUCN Red List. Pemerintah Indonesia pun memasukkan tuntong laut sebagai spesies dengan prioritas konservasi yang tinggi.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement