Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kesal dan Marah, Profesor Ini Dipecat Usai Ancam Wartawan dan Fotografer dengan Golok

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 24 Mei 2023 |12:00 WIB
Kesal dan Marah, Profesor Ini Dipecat Usai Ancam Wartawan dan Fotografer dengan Golok
Seorang profesor dipecat usai ancam wartawan dengan golok (Foto: New York Post)
A
A
A

NEW YORK – Seorang profesor Hunter College Shellyne Rodriguez telah dipecat setelah mengancam seorang reporter New York Post dan seorang fotografer dengan parang.

Insiden ini terjadi saat wartawan mencoba untuk berbicara dengan sang profesor tentang insiden di mana dia mengkritik aktivis anti-aborsi di kampus.

Video menunjukkan, Rodriguez mengikuti mereka ke jalan sambil memegang parang.

Reporter, Reuven Fenton, bersama dengan seorang fotografer, pergi ke alamat Rodriguez dalam upaya untuk berbicara dengannya setelah video viral menunjukkan dia mengkritik mahasiswa anti-aborsi di universitas.

"Pergi ... menjauh dari pintuku, atau aku akan memotongmu dengan parang ini,” teriaknya, dikutip Post.

Artikel The Post tentang insiden tersebut mengatakan "dia memegang parang di leher reporter" setelah membuka pintu.

Para wartawan mengatakan mereka segera pergi tetapi diikuti oleh Rodriguez ke jalan. Hal itu tertangkap kamera dasbor mobil dan diterbitkan oleh Post.

Hunter College, bagian dari Universitas Kota New York, mengonfirmasi bahwa dia telah "dibebaskan dari tugasnya".

"Hunter College mengecam keras tindakan Shellyne Rodriguez yang tidak dapat diterima dan telah mengambil tindakan segera,” terang Juru bicara Hunter College Vince Dimiceli mkepada BBC News.

"Rodriguez telah dibebaskan dari tugasnya di Hunter College segera, dan tidak akan kembali mengajar di sekolah,” lanjutnya.

Dalam video viral awal yang ingin dikomentari oleh Post, Rodriguez mendekati kios informasi yang dijalankan oleh Students for Life, sebuah kelompok yang terdiri lebih dari 120.000 anak muda anti-aborsi Amerika yang ingin mengakhiri akses ke aborsi.

"Kamu tidak mendidik... Ini adalah... propaganda," katanya kepada para siswa yang hadir.

"Ini kekerasan. Kamu memicu murid-muridku,” lanjutnya.

Video viral itu menunjukkan melalui kata-kata kasar yang penuh sumpah serapah, dia kemudian menuntut pemindahan mereka dan mendorong pamflet dari meja sebelum pergi.

Seorang juru bicara Departemen Kepolisian New York mengkonfirmasi sebuah insiden terjadi, tetapi mengatakan itu masih dalam penyelidikan.

Adapun Rodriguez telah didekati untuk memberikan komentar.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement