Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perang Kerajaan Mataram dan Banten Meletus saat Sultan Amangkurat I Bertahta

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 25 Mei 2023 |06:11 WIB
Perang Kerajaan Mataram dan Banten Meletus saat Sultan Amangkurat I Bertahta
Perang Kerajaan Mataram Islam dengan Banten pecah pada masa Sultan Amangkurat I. (Ilustrasi/Ist)
A
A
A

PERTEMPURAN Kerajaan Mataram Islam dengan Banten terjadi ketika Mataram di bawah kekuasaan Sultan Amangkurat I. Konon sang penguasa Mataram itu memiliki alasan yang tidak bisa terbantahkan hingga akhirnya pertempuran terjadi.

Sunan kemudian menyatakan dirinya tidak tahan lagi melihat kesombongan orang Banten. Bahkan konon Sultan Amangkurat I juga merasa tersinggung dengan pelanggaran yang dilakukan Banten terhadap rakyat Mataram.

HJ De Graaf pada "Disintegrasi Mataram : Dibawah Mangkurat I", mengisahkan bagaimana Banten konon membunuh rakyatnya di negaranya sendiri. Tetapi atas nasihat Tumenggung Pati, ia akan memberitahukan rencananya tersebut ke pihak Belanda terlebih dahulu.

Ini memang tepat. Tanpa persetujuan Batavia tidak mungkin dapat diadakan serangan terhadap Banten. Penguasa Mataram itu pun ingin supaya Banten menjadi kerajaan taklukannya.

Ini ternyata dengan jelas ketika Kepala Daerah Semarang menyita dua perahu Banten. Kemudian menyuruh para penumpangnya pulang kembali, setelah disediakan bagi mereka sebuah perahu tua dengan sedikit air dan beras.

Mereka menyampaikan pesan kepada Sultan Mataram bahwa kalau ia tidak cepat-cepat datang untuk memberi sembah kepada Sunan, maka bentengnya akan dihancurkan. Sultan sudah tentu tidak datang.

Beberapa waktu kemudian terdapat berita yang menyatakan bahwa Sunan sekitar awal bulan November 1657, disaksikan oleh keempat penguasa pantai mengusulkan untuk mengirimkan tentara ke Banten guna menaklukkannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement