SOEKARNO, Presiden pertama RI dengan pemikiran yang hebat hingga mengantarkan Indonesia meraih kemerdekaan. Ia pun dijuluki sebagai Bapak Proklamator.
Dari sekian banyak buah pemikiran hebat Bung Karno, tiga di antarannya adalah:
1. Nasakom
Buah pemikiran Soekarno yang terkenal adalah Nasakom (Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme). Konsep pemikiran itu ia ungkapkan dalam Suluh Indonesia Muda.
Melansir Historia (Jurnal Pendidik dan Penelitian Sejarah) tahun 2019 bertajuk “Soekarno, Nasakom, dan Buku di Bawah Bendera Revolusi Sebagai Materi Ajar Pelajaran Sejarah SMA”, pemikiran tersebut sudah ia miliki sejak tahun 1926 dan merupakan solusi bagi pergerakan Indonesia yang ketika itu masih terbatas pada ideologi masing-masing.
Ideologi Nasakom inilah yang menjadi ciri khas Soekarno yang masih dibuat dalam buku bahan ajar hingga kini. Menurut Soekarno yang juga dijuluki Singa Podium itu, nasionalisme memiliki keinginan untuk hidup sebagai golongan dan bangsa yang sama.
Ia tidak mengharuskan yang nasionalis menjadi lebih islamis atau condong kepada marxis. Satu hal yang ingin dicapai adalah persatuan dari ketiga golongan itu.
2. Marhaenisme
Soekarno juga memiliki pemikiran marhaenisme yang sangat terkenal dan masih diyakini banyak orang. Pemikiran itu disebut sebagai cerminan terbaik Pancasila.
Menurut Soekarno, prinsip yang terkandung di dalam ideologi ini adalah sosio nasionalisme.
Istilah terinspirasi dari seorang petani miskin di Bandung bernama Marhaen. Pertemuan keduanya disebut terjadi pada 1920-an. Kala itu, Marhaen memang menjadi simbol Soekarno sebagai penggambaran bagaimana rakyat kecil harus berjuang.
Profesi rata-rata masyarakat miskin kala itu adalah nelayan, buruh, pedagang, dan petani. Melalui pemikirannya ini, Soekarno ingin masyarakat Indonesia terbebas dari eksploitasi di masa penjajahan.
3. Pancasila
Soekarno menjadi salah satu tokoh yang menyumbangkan pemikirannya tentang Pancasila. Sebagai dasar negara, Pancasila tentunya tidak lahir begitu saja, melainkan melalui proses panjang.
Keberadaan Pancasila terinspirasi dari gagasan-gagasan besar dunia. Namun, akarnya tetap dari gagasan bangsa Indonesia.
Dalam pidatonya pada sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan 5 prinsip dasar negara yang ia sebut Panca Sila. Dirinya mengusulkan kebangsaan Indonesia, peri kemanusiaan atau internasionalisme, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang berkebudayaan.
Pemikiran tentang Pancasila itu ia gali saat tengah menjalani pengasingan di Ende pada 1934 hingga 1938.
(Diolah dari berbagai sumber/Litbang/Ajeng Wirachmi)
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.