Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Presiden Soekarno Hatinya Remuk Ketika Mengingat Romusha

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 07 Juni 2023 |07:01 WIB
Kisah Presiden Soekarno Hatinya Remuk Ketika Mengingat Romusha
Presiden Soekarno (Foto: Istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Sejarah tentang romusha tidak akan pernah hilang dalam ingatan setiap orang di yang hidup di Indonesia. Ribuan bahkan ratusan ribu nyawa rakyat Indonesia yang begitu mencintai Presiden Soekarno atau biasa disapa Bung Karno, mati dengan cara mengenaskan akibat sistem kerja paksa yang kejam zaman pendudukan Jepang.

Kisah ini pun terungkap dalam biografi berjudul ‘Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’ karya Cindy Adams.

Melalui buku itu, Soekarno mengakui hatinya remuk jika mengingat tentang romusha.

Bung Karno menangis dalam hati karena sebetulnya dia-lah yang yang ditugasi Jepang untuk mendata dan ‘merayu’ rakyatnya memasuki ranah kerja paksa yang mengerikan itu.

Bung Karno pun mengetahui jika para romusha yang dikirim ke Burma, hampir 99 persen meninggal. Ada yang meninggal kelaparan, meninggal disiksa, meninggal dipenggal kepalanya, meninggal di dalam gerbong kereta tertutup yang berisi ribuan romusha. Mereka dipaksa bekerja hingga tinggal kulit pembalut tulang.

“Sesungguhnya akulah –Sukarno– yang mengirim mereka kerja paksa. Ya, akulah orangnya. Aku menyuruh mereka berlayar menuju kematian. Ya, ya, ya, ya akulah orangnya. Aku membuat pernyataan untuk menyokong pengerahan romusha. Aku bergambar dekat Bogor dengan topi di kepala dan cangkul di tangan untuk menunjukkan betapa mudah dan enaknya menjadi seorang romusha,” terang pernyataa Bung Karno tentang romusha.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement