Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Xueli Abbing, Model Vogue yang Dulu Dibuang Orang Tuanya karena Idap Albinisme

Meuthia Hamidah , Jurnalis-Selasa, 13 Juni 2023 |14:20 WIB
Kisah Xueli Abbing, Model Vogue yang Dulu Dibuang Orang Tuanya karena Idap Albinisme
Xueli Abbing. (Foto: Reiny Bourgonje)
A
A
A

JAKARTA – Albinisme, atau albino merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh kurangnya produksi melanin, yaitu pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata. Kondisi ini membuat orang yang memiliki albinisme memiliki rambut, kulit, dan mata dengan warna yang lebih terang dan pucat dari warna kulit ras asalnya.

Tak jarang, pengidap albinisme mengalami diskriminasi karena penampilan mereka yang berbeda, bahkan sangat kontras dengan orang-orang di sekitarnya. Karena itulah tanggal 13 Juni ditetapkan sebagai Hari Kesadaran Albinisme Internasional sebagai upaya menghapus diskriminasi tersebut.

Meski membuat penampilan mereka berbeda, pengidap albinisme tetap bisa berkarya, bahkan sukses di masyarakat, seperti kisah Xueli Abbing, seorang pengidap albinisme yang menjadi model Vogue yang mengidap albinisme.

Xueli Abbing merupakan model sukses Vogue yang memiliki keterbatasan karena mengidap albinisme. Namun kariernya sekarang yang sukses, berangkat dari masa lalu yang sulit. Saat Xueli masih bayi, orang tuanya meninggalkan dia di luar sebuah panti asuhan.

Pada saat Xueli lahir, pemerintah China menerapkan kebijakan satu anak dalam keluarga. Selain itu, kebanyakan penduduk memandang albinisme sebagai kutukan. Jika anak terlahir dengan albinisme, maka orang tua dianggap sangat sial. Xueli pun dibuang oleh orang tua kandungnya, dengan tidak meninggalkan informasi apa pun mengenainya. Nama Xueli bahkan diberikan oleh petugas panti asuhan kepada dirinya. “Xue” berarti salju dan “Li” artinya cantik.

Saat menginjak usia tiga tahun, Xueli diadopsi oleh keluarga asal Belanda dan tinggal di Negeri Kincir Angin itu. Di usia ke-11, pada 2016, Xueli Abbing mulai terjun ke dunia model. Hal ini terjadi secara tidak sengaja, ketika ibunya melakukan kontak dengan seorang desainer asal Hong Kong, yang merancang pakaian untuk anak lelakinya yang berbibir sumbing. Sang desainer hendak merancang pakaian mewah untuk anaknya tersebut agar orang tidak selalu fokus menatap mulutnya yang berbeda dari orang kebanyakan. Xueli pun diajak untuk bergabung dengan peragaan busana yang disebutnya “ketidaksempurnaan yang sempurna” di Hong Kong.

Setelah menikmati pengalaman menakjubkan di Hong Kong, Xueli diundang untuk beberapa pemotretan. Salah satunya adalah untuk Brock Elbank di London. Hasil pemotretan itu kemudian ditampilkan di majalah Vogue Italia edisi Juni 2019 dengan sampul Lana del Rey, seorang penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat. Xueli pun merasakan, di dunia model, suatu hal yang berbeda dianggap berkah bukan kutukan.

Kehadiran model albino sukses dari majalah besar seperti Vogue, secara tidak langsung memberikan dorongan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan albinisme. Tak hanya melalui majalah, Xueli Abbing juga memanfaatkan platform media sosialnya untuk merayakan perbedaan, meningkatkan kesadaran mengenai albinisme, dan menginspirasi orang lain untuk merangkul kecantikan alami yang mereka miliki.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement