Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tokoh-Tokoh di Balik Kopassus: Idjon Djanbi, Alex Kawilarang dan Slamet Rijadi

Tim Okezone , Jurnalis-Selasa, 13 Juni 2023 |05:06 WIB
Tokoh-Tokoh di Balik Kopassus: Idjon Djanbi, Alex Kawilarang dan Slamet Rijadi
Alex Kawilarang (Foto : Wikipedia)
A
A
A

LETKOL Alex Evert Kawilarang adalah pendiri Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT), dengan memerintahkan Mayor Mayor Mochamad Idjon Djanbi untuk membentuknya, yang kemudian menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) memperingati hari jadinya tiap tanggal 16 April.

Mayor Djanbi yang punya nama lahir Rokus Bernardus Visser, pun membentuk pasukan elite pertama cikal-bakal Kopassus, dengan beragam kendala sumber daya.

Seiring berjalannya waktu, perubahan nama dan instansi yang membawahi terjadi, mulai dari 18 Maret 1953 diambil alih Markas Besar TNI.

Perubahan terus bergulir, menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD) pada 25 Juli 1955, kemudian diubah lagi Resimen Pasukan Komando AD (RPKAD), Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD) pada 12 Desember 1966, serta Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) pada 17 Februari 1971.

Sementara sebutan Kopassus baru terjadi ketika adanya reorganisasi ABRI, 26 Desember 1986. Pengembangan personel baru muncul pada 25 Juni 1996 dengan lima grup, ditambah satu unit Detasemen antireroris 81.

Terlepas dari berbagai kontroversi, Idjon Djanbi pun bisa disebut sebagai “Bapak Kopassus”. Tapi kalau soal penggagas atau pencetus, (alm) Brigjen Ignatius Slamet Rijadi orangnya.

Slamet Rijadi terilhami dari kehebatan dua kompi pasukan baret marun KST dan pasukan baret hijau DST (Depot Speciale Troepen).

Kedua pasukan elite Belanda itu ikut terlibat pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS), medio 1950. Di awal-awal operasi penumpasan, pasukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) kala itu, sering kewalahan meladeni pasukan komando itu.

Dari situlah Slamet Rijadi menyampaikan pemikirannya dengan Kawilarang yang baru dikenalnya di Ambon, soal membentuk pasukan komando pula yang tak kalah andal dengan pasukan KST, DST dan milisi pro-RMS.

Namun Slamet Rijadi tak sempat melihat “kelahiran” Kesko TT, cikal-bakal Kopassus seperti yang disebutkan di atas. Slamet Rijadi baru mengenal Kawilarang di Ambon pada 17 Juli 1950.

Tapi tiga bulan kemudian, Slamet Rijadi sudah lebih dulu gugur, tepatnya 4 November di tahun yang sama. Pertemuan dua tokoh besar militer Indonesia ini memang begitu singkat.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement