Kemudian juga Mayor Jenderal Mursjid dan Brigadir Jenderal Suadi. Sebagaimana Pranoto, Mursjid pernah dipilih Bung Karno untuk menggantikan kedudukan Jenderal A Yani.
Sedangkan Suadi merupakan orang yang melapor kepada Bung Karno tentang adanya pasukan RPKAD yang mengepung Istana Negara sebelum sidang Kabinet 11 Maret 1966 digelar.
Soeharto yang didukung Jenderal A.H Nasution telah menyiapkan kekuatan sekaligus langkah-langkah yang matang. Di lapangan, sejumlah perwira tinggi militer AD terus menjaga komunikasinya dengan jaringan mahasiswa.
Mereka di antaranya adalah Kepala Staf Kostrad Brigadir Jenderal Kemal Idris, Panglima Siliwangi Dharsono, Komandan RPKAD Sarwo Edhie, Kepala Staf Komando Daerah Militer Jakarta A.J Witono dan Letnan Kolonel Urip Widodo dari Komando Daerah Militer Jakarta.
Sebagai pukulan terakhir terhadap kekuasaan politik Bung Karno, Jenderal Nasution didukung Soeharto untuk diangkat menjadi Ketua MPRS pada Juli 1966.
Kemudian melalui ketetapan No XIII/MPRS/1966, MPRS menugaskan Soeharto selaku pengemban Supersemar membentuk Kabinet Ampera yang menggantikan Kabinet Dwikora.
Tamat sudah kekuasaan politik Bung Karno yang pernah ditetapkan sebagai Presiden seumur hidup.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.