JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta semua pihak untuk menunggu penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian dan juga kementerian terkait perihal dugaan penodaan agama yang dilakukan Ponpes Al-Zaytun.
Hal tersebut ia sampaikan usai meresmikan kegiatan Panen Perdana Udang Vaname di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kecamatan Petanahan dan Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Senin (26/6/2023).
"Ya, Zaytun itu sudah ditangani oleh Menko Polhukam, Menko Polhukam, nanti bersama dengan aparat sedang (ditangani)," ujar Wapres Ma'ruf Amin.
Terkait keberpihakan pemerintah mengenai polemik Ponpes yang berada di Provinsi Jawa Barat tersebut, Ma'ruf menyebutkan penjelasan komprehensif akan disampaikan Mahfud MD sebagai Menko Polhukam.
"Ya kita tunggu aja, tunggu aja. Itu Menko Polhukam yang akan menjelaskan," pungkas Ma'ruf Amin.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Polri akan meminta keterangan ahli hingga pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membuat terang polemik Ponpes Al-Zaytun.
"Nanti kita akan lengkapi dengan keterangan saksi. Kita akan minta keterangan ahli, kita minta keterangan dari MUI," ujar Kabareskrim Komjen Agus Andrianto, Minggu (25/6/2023).
BACA JUGA:
Agus mengatakan pemeriksaan kepada para ahli dan MUI untuk menguatkan unsur pidana dari laporan yang ditunjukkan kepada Panji Gumilang.
BACA JUGA:
Ia menegaskan pihaknya akan melakukan proses hukum jika ditemukan bukti pelanggaran pidana. "Kemudian ya kalau memang ada unsur penistaan agama, pasti akan proses lanjut," pungkas Agus Andrianto.
Sejumlah aksi massa dari Front Persaudaraan Islam (FPI) dan PA 212 melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Senin (26/6/2023) siang menuntut Ponpes Al-Zaytun ditutup dan memproses hukum pimpinan ponpes Panji Gumilang.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.