Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Catat 48 Gempa Susulan di Yogyakarta, BMKG: Kekuatan Makin Melemah

Muhammad Refi Sandi , Jurnalis-Sabtu, 01 Juli 2023 |21:38 WIB
Catat 48 Gempa Susulan di Yogyakarta, BMKG: Kekuatan Makin Melemah
A
A
A

JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyebut terjadi puluhan gempa susulan pasca gempa 6,4 magnitudo (M) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu (30/6) malam.

"Gempa Susulan 48 kali hingga pukul 18:00 WIB," kata Dwikorita saat dikonfirmasi, Sabtu (1/7/2023).

Dwikorita pun memastikan meski terjadi gempa susulan kekuatan semakin melemah. Bahkan tidak dirasakan.

"Dengan kekuatan sudah makin melemah dan tidak dirasakan," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut pemicu gempa bumi magnitudo 6,0 di Bantul karena adanya tumbukan lempeng samudra indo-australia atau samudra hindia di bawah lempeng eurasia atau di bawah Pulau Jawa. Gempa bakal terus terjadi karena lempeng masih aktif.

"Nah itu maka ada energi yang terlepas akibat tumbukan tadi dipicu oleh adanya bagian yang patah dari proses tumbukan tadi," kata Kepala BMKG Dwikorawati Karnawati ketika mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meninjau beberapa kerusakan di Gunungkidul dan Bantul, Sabtu (1/6/2023).

Namun, lanjutnya, karena bebatuannya yang cukup terjal maka gempa-gempa susulan ini relatif jumlahnya. Saat ini, gempa susulan sudah tidak banyak, semakin jarang dan kekuatannya semakin melemah.

Tren gempa susulan setelah gempa kemarin memang terus mengalami penurunan dan Semakin jarang. Di mana selang waktunya semakin jarang dan kekuatannya semakin melemah sampai terendah 2,8 itu. Gempa itu tidak dirasakan oleh manusia, hanya dirasakan oleh alat saja.

"Sehingga semakin stabil lah bahasa mudahnya. Kita catat tadi terakhir masih 47 kali (gempa susulan),"tambahnya

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement