Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kerusuhan di Prancis Mulai Mereda, Demonstran Serang Rumah Walikota

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 03 Juli 2023 |16:52 WIB
Kerusuhan di Prancis Mulai Mereda, Demonstran Serang Rumah Walikota
Foto: Reuters.
A
A
A

Polisi yang terlibat itu sedang diselidiki karena “voluntary homicide,” atau tindakan membunuh orang lain secara melawan hukum dengan tanpa direncanakan terlebih dahulu, atau sebagai akibat dari suatu keadaan.

Polisi itu telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.

Ibu Nahel mengatakan kepada stasiun televisi France 5 bahwa ketika polisi melihat “seorang anak yang kelihatan seperti seorang Arab, ia ingin mengambil nyawanya.”

Kelompok-kelompok hak asasi dan warga yang tinggal di kawasan berpendapatan rendah dengan penduduk dari ras campuran, yang mengelilingi kota-kota besar di Prancis, telah sejak lama mengeluhkan kekerasan polisi dan rasisme sistemik di lembaga penegak hukum.

Kantor Hak Asasi Manusia PBB mengatakan kerusuhan yang terjadi ini merupakan kesempatan bagi Prancis “untuk mengatasi masalah rasisme yang sangat dalam soal penegakan hukum.”

Presiden Emmanuel Macron menyangkal adanya rasisme sistemik di Prancis. Meskipun demikian pada Minggu, (2/7/2023) Macron melangsungkan pertemuan khusus dengan sejumlah menteri dan pejabat keamanan untuk mengkaji situasi yang bergejolak itu.

Macron telah menangguhkan lawatan kenegaraannya ke Jerman, yang sedianya dimulai pada Minggu 2 Juli ini. Lawatan yang direncanakan sejak lama ini awalnya diproyeksikan sebagai lawatan pertama seorang presiden Prancis ke Jerman dalam 23 tahun.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement