Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mayor Madmuin Hasibuan, Pahlawan Bekasi yang Pernah Jadi Target Pembunuhan PKI

Arief Setyadi , Jurnalis-Selasa, 04 Juli 2023 |05:02 WIB
Mayor Madmuin Hasibuan, Pahlawan Bekasi yang Pernah Jadi Target Pembunuhan PKI
Mayor Madmuin Hasibuan (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Mayor Madmuin Hasibuan, perwira dari Bekasi namanya seakan terlupakan. Namun tidak bagi warga Bekasi, namanya diabadikan menjadi sebuah nama jalan dan menjadi nama alun-alun.

Ia adalah salah satu tokoh penting berdirinya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Laoet. Menukil Biografi KH. Noer Ali, Kemandirian Ulama Pejuang dari Sindonews, Hasibuan di zaman pendudukan Jepang merupakan salah satu mandor pelabuhan Tanjung Priok.

Sepak terjangnya gemilang, pernah memimpin TKR Laoet bertempur di perbatasan Jakarta Timur hingga Bekasi. Dengan pasukan yang dipimpinnya, Mayor Hasibuan bertempur melawan sekutu dalam pertempuran Sasak Kapup 29 November 1945.

Mayor Hasibuan bersama adik iparnya, Yakub Gani hadir menyaksikan pembacaan proklamasi Presiden Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur pada 17 Agustus 1945. Yakub Gani merupakan salah satu murid KH Noer Ali, yang kemudian pulang ke Bekasi untuk ikut menyebarkan berita proklamasi.

Sedangkan Mayor Hasibuan kembali ke pelabuhan. Setelah Badan Keamanan Rakyat (BKR) Jakarta lahir pada 27 Agustus 1945 dan dipimpin Moeffreni Moe’min, terjadi mobilisasi kalangan pemuda. Hasilnya, adalah susunan seksi-seksi administratif dan tiga sektor lapangan.

Hasibuan bersama Raden Eddy Martadinata yang sudah hafal wilayah pelabuhan dipercaya Moeffreni memegang sektor Jakarta Utara. Pembagian wilayah dipimpin komandan sektor dari masing-masing wilayah dipegang.

Sadikin dan Soedarsono dipercaya memegang Jakarta Pusat. Sambas Atmadinata dan Sanusi Wirasuminta memegang wilayah Jakarta Timur.

Lantaran menjadi target PKI untuk dihabisi, Hasibuan selalu hidup berpindah-pindah. Barang-barangnya juga banyak hilang atau mungkin dia hilangkan. Lagi pula, dia seorang dengan pribadi yang tidak suka menonjolkan diri.

Hasibuan sempat menjadi Ketua Dewan Pimpinan Rakyat Daerah Sementara (DPRDS) pertama melalui Partai Masyumi Cabang Bekasi, tahun 1950-1956.

Mayor TNI AL Matmuin Hasibuan lahir di Hutapadang, Sipirok Tapanuli Selatan, sekitar tahun 1922. Kini, kampung Hutapadang bagian dari Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara.

Wafat pada 1961 karena sakit paru-paru. Makam tokoh penting Hasibuan ini ternyata tidak dimakamkan di taman makam pahlawan tapi berada di pemakaman wakaf yang letaknya di belakang Masjid Agung Al-Barkah Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Madmuin Hasibuan lahir dari pasangan H. Muhammad Yunus (Tuan Syeikh) dengan istri, Dorima Siregar memiliki enam orang anak secara berurutan, yaitu, Matrahim Hasibuan, Matnuin Hasibuan, Masai Hasibuan, Ruhut Hasibuan (prempuan). Kemudian Sarianun Hasibuan dan Hamidah Hasibuan.

Ia anak dari seorang tokoh agama yang memiliki tempat suluk di desanya. Ayahnya digambarkan memiliki sikap yang keras. Suatu ketika, di bulan Ramadhan, Hasibuan dipergoki ayahnya tidak berpuasa.

Akibatnya, Hasibuan yang masih remaja itu dihukum ayahnya tidak diberi makan selama tiga hari berturut-turut. Ibunya kasihan. Lalu diam-diam diberi makan.

Rupanya selama di Medan, Hasibuan remaja bekerja di Pelabuhan Belawan pada waktu zaman Jepang.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement