“Tentu tiga capres yang beredar sekarang ingin memilih ‘kader NU’ jadi cawapres, Pak Erick Thohir memiliki rekam jejak tersebut,” ucap Singgih.
Terakhir, ia menjelaskan terbukti daya tarik elektoral yang dimiliki oleh Erick Thohir tak sebatas teori, namun terungkap berdasarkan hasil survei. Seperti merujuk pada hasil survei dari Indonesia Political Opinion (IPO), Anggota Kehormatan Banser NU tersebut memiliki elektabilitas cawapres tertinggi dengan angka 15,5 persen.
Ketika dipasangkan dengan Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto pun, Erick Thohir paling banyak mendapatkan dukungan masyarakat. Bila Ganjar Pranowo berpasangan dengan Erick Thohir total elektabilitas yang didapatkan sebesar 26,8 persen.
Di sisi lain, jika Prabowo Subianto berpasangan dengan Eks Presiden Inter Milan itu, total dukungan yang didapatkan adalah sebesar 21,4 persen. Karenanya, Singgih menilai, dukungan elektoral yang dimiliki oleh Erick Thohir itu terbukti membuat capres yang sudah mendeklarasikan diri mempunyai kans yang lebih tinggi untuk menang pada pesta rakyat 5 tahunan tersebut.
“Secara elektoral cukup menjanjikan kemenangan Pilpres,” tutup Singgih.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.