Kata-kata yang biasanya berbunyi, "Boeng, Mari Boeng", diubah Chairil Anwar menjadi "Boeng, Ajo Boeng". Chairil Anwar pula yang kemudian menggandakannya bersama rekan-rekannya, seperti Baharudin MS, Abdul Salam, dan kawan-kawannya guna disebarkan di semua daerah perlawanan.
Bung Karno terbilang puas dengan poster tersebut. Ia sempat bertanya pada Sudjojono, siapa pemuda yang jadi model poster yang di kemudian hari jadi poster legendaris itu. Bung Karno sontak terpingkal ketika tahu siapa yang jadi modelnya.
“Dullah? Belanda pasti tidak menyangka bahwa dalam poster itu orangnya (bertubuh) kecil!” cetus Soekarno seraya tertawa terbahak-bahak.
(Erha Aprili Ramadhoni)