Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 29 Juli: Markas Belanda di Semarang, Salatiga dan Ambarawa Dibombardir

Arief Setyadi , Jurnalis-Sabtu, 29 Juli 2023 |07:01 WIB
Peristiwa 29 Juli: Markas Belanda di Semarang, Salatiga dan Ambarawa Dibombardir
Salah satu pesawat pengebom tukik Guntei (Foto: Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Pada 29 Juli 1947 silam, operasi pengeboman Semarang, Salatiga dan Ambarawa dilancarkan. Serangan ini merupakan operasi udara pertama kali yang dilakukan TNI AU dalam Perang Revolusi Kemerdekaan yang menargetkan markas tentara Belanda.

Markas Belanda yang menjadi sasaran serangan ada di tiga kota, yakni Semarang, Salatiga  dan Ambarawa. Operasi ini dilakukan pada 29 Juli 1947 pukul 05.00. Demikian dilansir dari wikipedia.

Serangan itu bermula pada 21 Juli 1947, Belanda mengingkari Perjanjian Linggarjati dengan melancarkan Agresi Militer Belanda I. Pesawat-pesawat Belanda terus membombardir sasaran-sasaran strategis milik Republik Indonesia.

Selain menimbulkan korban jiwa, serangan-serangan itu membuat Indonesia kehilangan banyak lapangan udara beserta pesawat-pesawat yang dimilikinya. Awalnya, operasi ini hanya sebuah ide untuk membalas dendam dengan melancarkan serangan udara ke daerah pendudukan Belanda.

Operasi ini sempat ditolak beberapa perwira AURI. Hingga akhirnya direstui KSAU Komodor Suryadarma dan Wakil KSAU, Komodor Muda Udara Halim Perdanakusuma. Meski, mereka mereka tidak memerintahkan operasi tersebut. 

Pada 29 Juli 1947, operasi udara ini dilakukan pada pukul 17.00 dengan sasaran Semarang dan Salatiga. Operasi ini awalnya menggunakan pesawat dive bomber Guntai, fighter Hayabusha, dan dua basic trainer Cureng. Namun, Hayabusha tidak dapat menjalankan operasi karena kerusakan Synchronization gear.

Jumlah bom yang dibawa awalnya sebesar 800 kg bom dan 2 kotak kayu berisi bom molotov, masing-masing pesawat yaitu Cureng 2x 50kg dan 1x kotak bom molotov, Guntei 4x 50kg, Hayabusha 2x 250kg, tetapi berubah menjadi 300kg karena Hayabusha batal terbang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement