Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perjalanan Panjang Menemukan Keris Naga Siluman Milik Pangeran Diponegoro

Raniah Tamarisha , Jurnalis-Selasa, 01 Agustus 2023 |10:21 WIB
Perjalanan Panjang Menemukan Keris Naga Siluman Milik Pangeran Diponegoro
A
A
A

JAKARTA - Keris milik pahlawan nasional Pangeran Diponegoro dikembalikan oleh pemerintah Belanda kepada Indonesia pada tahun 2020 lalu. Keris itu diserahkan kepada Presiden RI Joko Widodo dan dipajang di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Keris ini sempat dinyatakan hilang namun akhirnya berhasil diidentifikasi setelah dilakukan penelitian oleh Museum Volkenkunde, Leiden. Dr. Sri Margana, M.Phil seorang sejarawan dari Universitas Gadjah Mada saat itu juga menjadi perwakilan peneliti dari Indonesia.

Dr. Sri Margana, M.Phil mengatakan jika awalnya keris Pangeran Diponegoro disimpan oleh Belanda lalu dipindahkan ke Leiden. Namun saat pemindahan terjadi, dokumen-dokumen mengenai keris tersebut hilang. Sehingga harus dilakukan prove and research kembali untuk menentukan dimana keris Diponegoro yang asli.

“Ada beberapa keris yang dicurigai bahwa itu merupakan kerisnya Diponegoro, tapi kan karena datanya hilang jadi harus dipastikan yang mana yang palsu. Sehingga dibentuklah tim reaserch yang terdiri dari beberapa ahli kurator, sejarah arkeologi di Belanda dan juga melibatkan verifikator dari Austria,” ucap Margana, dalam Special Dialogue Okezone, Rabu (2/8/2023).

Di proses yang panjang itu, Margana diberi tugas untuk memverifikasi apakah keris tersebut keris Diponegoro yang asli atau bukan. Metode verifikasi ini diterapkan oleh para peneliti untuk menyimpulkan bahwa keris Diponegoro ini sudah sesuai dengan metode sejarah yang benar.

“Jadi saya sebagai sejarawan ditugasi untuk menguji verifikasi kerja-kerja tim tadi dan dari kesimpulannya itu sudah sesuai dengan fakta-fakta historia dan metode sejarah yang sesungguhnya. Nah dari semua prosedur penelitian fakta yang dihadirkan, kesimpulan yang saya ambil sebagai sejarawan yaitu dengan riset yang sangat akurat, sangat bagus, dan data-datanya cukup meyakinkan serta relevan dengan objek atau benda yang dimaksud,” jelasnya.

Margana menjelaskan jika ada kontroversi mengenai keris Diponegoro tersebut karena bentuk pakemnya bukan berupa Nogo Siluman, tapi lebih terlihat seperti Nogo Sosro atau Nogo Rojo. Bahkan sebelum Margana datang ke Belanda, sudah didatangkan dua ahli keris yang terkenal di Indonesia untuk memverifikasi keris tersebut. Namun kedua ahli keris ini memiliki pendapat yang berbeda dan tidak bisa memastikan keris itu secara benar.

“Nah kalau seorang sejarawan yang diukur ya fakta-fakta yang dihadirkan dan metode yang dipakai. Nah menurut saya metodenya sudah dilalui dengan sangat baik dan kesimpulannya itu sesuai dengan objek yang ada disana,” tambahnya.

(Widi Agustian)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement