Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Ki Ageng Wonokusumo, Sosok Pengumandang Azan di Zaman Majapahit

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 05 Agustus 2023 |07:01 WIB
Kisah Ki Ageng Wonokusumo, Sosok Pengumandang Azan di Zaman Majapahit
Makam Ki Ageng Wonokusumo. (Foto: Suharjono)
A
A
A

GUNUNGKIDUL – Agama Islam berkembang di masa-masa senja Kerajaan Majapahit, yang kemudian berkontribusi pada perkembangan Mataram Islam di Pulau Jawa. Kala itu, azan telah dikumandangkan di Gunungkidul, yang merupakan wilayah Majapahit, oleh Ki Ageng Wonokusumo.

Sosok Ki Ageng Wonokusumo adalah putra dari Ki Ageng Giring III dan tidak bisa dilepaskan dari Sunan Pandanaran di Bayat Klaten.

Ki Ageng Wonokusumo tinggal di Desa Gedangrejo Karangmojo, timur laut wilayah Giring. Namun, kala itu, kumandang azan yang dilakukan tidak pernah terdengar baik dari wilayah Giring, Sodo Paliyan, maupun dari Bayat Klaten.

Wonokusumo kemudian mencari mencari tempat yang tinggi di Bukit Wonotoro dan mulai mengumandangkan azan dari sana. Peran Wonokusumo itu seperti yang dilakukan Bilal bin Rabah pada zaman Rasulullah SAW.

Azan yang dikumandangkan Ki Ageng Wonokusumo terdengar sampai Giring hingga ke tempat Sunan Pandanarang di Bayat. Wonokusumo, ayahnya, dan Sunan Pandanaran konon berhubungan jarak jauh dengan kebatinan dari puncak Bukit Wonotoro.

Sampai saat ini petilasan Ki Ageng Wonokusumo dapat ditemui di Dusun Wonotoro, Desa Jatiayu Karangmojo.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement