Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pecahnya Paregreg, Perang Saudara yang Picu Kemunduran Majapahit

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 05 Agustus 2023 |06:01 WIB
Pecahnya Paregreg, Perang Saudara yang Picu Kemunduran Majapahit
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Kitab Negarakertagama menyebutkan bahwa Raja Majapahit, Hayam Wuruk meninggal dunia pada 1389. Sepeninggal Hayam Wuruk, tahta Majapahit diteruskan oleh menantunya, Wikramawardhana.

Namun, pemerintahan Raja Wikramawardhana mendapat tantangan dari Bhre Wirabhumi.

Nama asli Bhre Wirabhumi tidak diketahui. Menurut Pararaton, ia adalah putra Hayam Wuruk dari selir, dan menjadi anak angkat Bhre Daha istri Wijayarajasa, yaitu Rajadewi. Bhre Wirabhumi kemudian menikah dengan Bhre Lasem sang Alemu, putri Bhre Pajang (adik Hayam Wuruk).

Alhasil, pertentangan itu membuat keraton Majapahit terpecah dua, dengan bagian barat dikuasai Wikramawardhana dan bagian timur dipimpin Bhre Wirabhumi. Perang antara kedua belah pihak ini pun tak terelakkan.

"Tahun 1405, terjadi perang antara pihak Wikramawardhana melawan kubu Bhre Wirabhumi yang kemudian disebut sebagai Perang Paregreg," tulis P.N.A. Masud Thoyib dalam buku Pengageng Kedaton Jayakarta.

Perang Regreg atau Paregreg yang berlangsung dari 1404 hingga 1406 ini menjadi faktor utama penyebab kemunduran Majapahit.

Konflik ini bermula dari pemberontakan Bhre Wirabhumi terhadap Wikramawardhana, yang awalnya memberikan keunggulan pada pihak keraton timur. Namun, setelah Wikramawardhana mendapat bantuan dari Bhre Tumapel, pihak keraton barat pun akhirnya memperoleh kemenangan.

Bhre Wirabhumi melarikan diri setelah kekalahan tersebut, tetapi berhasil dikejar dan ditangkap oleh Raden Gajah (Bhra Narapati). Bhre Wirabhumi dipenggal kepalanya pada 1328 Saka atau 1406 Masehi.

Meski pemberontakan Bhre Wirabhumi berhasil dipadamkan, namun keuangan Majapahit banyak terkuras oleh Perang Regreg. Akibatnya banyak wilayah Majapahit di luar Jawa yang memisahkan diri dari pemerintahan Trowulan.

Wikramawardhana memerintah Majapahit sampai meninggal pada 142. Dia digantikan putrinya, Suhita, yang memerintah pada 1429-1447. Namun, kemunduran Kerajaan Majapahit telah terlihat sejak sebelum Suhita berkuasa.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement