JAKARTA - Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) adalah salah satu jabatan strategis yang diimpikan para perwira tinggi (Pati) TNI AD. Lewat posisi itu, Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) dapat otomatis menjadi jenderal bintang tiga alias Letjen.
Dalam sejarah kemiliteran, sejumlah Pati TNI AD pernah mengawali karier militernya sebagai Pangdam Siliwangi sebelum mendapat promosi menjadi Pangkostrad. Setidaknya, ada 6 Pangdam Siliwangi dari sebanyak 43 jenderal bintang tiga yang pernah mengisi posisi Pangkostrad.
BACA JUGA:
Tak hanya itu, dari 6 Pangdam Siliwangi ini bahkan ada yang terus melesat hingga menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
1. Letjen TNI Djamari Chaniago
Djamari Chaniago merupakan Pangdam Siliwangi yang berhasil menduduki jabatan Pangkostrad. Ia menjabat sebagai Pangdam Siliwangi pada periode 1997-1998 dan Pangkostrad periode 1998-1999.
Lahir di Padang 8 April 1949, Djamari mengenyam pendidikan di Akademi Militer (dulu AKABRI) Magelang, Jawa Tengah. Dia merupakan abituren (lulusan) 1971 dari kecabangan infanteri.
BACA JUGA:
Dalam rekam jejaknya, sejumlah jabatan pernah diemban tentara yang banyak menghabiskan karier di Korps Baret Hijau (Kostrad) ini. Djamari antara lain pernah ditunjuk sebagai Komandan Brigif Linud 18/Trisula dan Komandan Rindam I/Bukit Barisan.
Kariernya terus menanjak dengan meraih bintang satu saat dipromosikan sebagai Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad. Dia pun dengan cepat meraih pangkat jenderal bintang dua saat ditugasi sebagai Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad.
Selanjutnya dia menempati jabatan strategis sebagai Pangdam III/Siliwangi. Puncak kariernya saat dia dipromosikan sebagai Pangkostrad.
2. Letjen TNI Raden Himawan Soetanto
Raden Himawan Soetanto merupakan Pangdam Siliwangi yang juga berhasil menduduki jabatan Pangkostrad. Uniknya Himawan lebih dulu menduduki jabatan Pangkostrad, baru kemudian dimutasi menjadi Pandam Siliwangi yang ketika itu masih menyandang pangkat Mayjen. Himawan mengemban jabatan Pangkostrad pada periode 1974-1975.
Setahun menduduki jabatan Pangkostrad, dia digeser menjadi Pangdam Siliwangi dengan masa jabatan 1975-1978. Himawan merupakan siswa Angkatan I Akademi Militer Yogyakarta lulusan tahun 1948 dan sempat mengikuti Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, AS.
3. Jenderal TNI George Toisutta
George Toisutta merupakan Pangdam Siliwangi lainnya berkarier cemerlang dengan menduduki jabatan Pangkostrad. Ia menjabat sebagai Pangdam Siliwangi pada tahun 2006-2007 dan kemudian mendapat promosi menjadi Pangkostrad dengan periode jabatan 13 November 2007 sampai 17 Februari 2010.
Pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 1 Juni 1953 ini merupakan Pati TNI AD yang berkarier cemerlang dengan menduduki sejumlah posisi penting.
BACA JUGA:
Puncak kariernya militernya ketika diangkat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi KSAD. Dia menjadi KSAD dari tahun 2009 sampai 2011 menggantikan Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo.
4. Letjen TNI Muhammad Munir
Muhammad Munir adalah jenderal yang juga pernah menjabat Pangdam Siliwangi dan Pangkostrad. Ia menjabat sebagai Pangkostrad pada 2012 hingga 2013.
Munir merupakan alumnus Akademi Militer di Magelang tahun 1983 dan berasal dari kecabangan infanteri. Munir tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting.
Pria kelahiran Kendal, Jawa Tengah, 28 Oktober 1958 ini pernah menjadi ajudan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004 saat masih berpangkat Kolonel.
Ia pernah mendapat promosi sebagai Wakil KSAD menggantikan Jenderal TNI Moeldoko yang naik jabatan menjadi KSAD pada 2013. Terakhir Munir berdinas ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) pada 2015 hingga 2016.
5. Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo
Pramono Edhie Wibowo menjabat sebagai Pangdam Siliwangi pada periode 2009-2010. Setahun menjadi Pangdam Siliwangi, Pramono Edhie mendapat promosi menjadi Pangkostrad (2010–2011).
Ia merupakan anak dari sosok tokoh militer ternama di Indonesia Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Dia juga merupakan ipar dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Pada masa SBY pula ia kemudian mendapat promosi jabatan menjadi KSAD. Letnan Jenderal Pramono Edhie Wibowo diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal TNI George Toisutta.
6. Letjen TNI Besar Harto Karyawan
Besar Harto Karyawan merupakan Pati TNI terakhir yang menjabat Pangdam Siliwangi kemudian mendapat promosi menjadi Pangkostrad. Ia menjabat Pangdam Siliwangi tahun 2018, di tahun yang sama dia dimutasi menjadi Pangkostrad hingga 2020.
Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1986 ini adalah Koordinator Staf Ahli Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Besar Harto lahir di Lubuk Sikaping, Pasaman, Sumatera Barat, 31 Mei 1963.
Sejumlah jabatan pernah dia emban sebut saja Danbrigif 13/Galuh (2010), Asops Kasdam XII/Tanjungpura (2010), Pamen Ahli Gol IV Akmil Bidang Permildas, Pamen Denma Mabesad (Dik Sesko TNI), Dosen Sesko TNI, Danrem 062/Tarumanegara (2013), dan Irdam Jaya (2014).
Kariernya semakin cemerlang, pangkatnya naik menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI. Besar Harto dipercaya meengemban amanat sebagai Ir Kostrad (2015), Kakordos Sesko TNI (2016), dan Ir Kostrad (2016).
Bintang emas kembali bertambah di pundaknya menjadi Mayor Jenderal (Mayjen) ketika ditunjuk mengisi jabatan Danpuspenerbad (2017) dan Pangdam III/Siliwangi (2018). Lalu meraih bintang tiga menjadi Letnan Jenderal (Letjen) saat menjabat Pangkostrad (2018).
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.