Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Candi Kagenengan Peninggalan era Singasari, Ada Arca Dewa Siwa

Furqon Al Fauzi , Jurnalis-Selasa, 08 Agustus 2023 |15:23 WIB
Kisah Candi Kagenengan Peninggalan era Singasari, Ada Arca Dewa Siwa
Candi Kagenengan salah satu peninggalan di era Singasari (Foto: istimewa)
A
A
A

BLITAR - Kakawin Negarakretagama menjelaskan ada 27 candi peninggalan Kerajaan Singasari Majapahit. Di antara sejumlah candi makam era Kerajaan Singasari itu, yang masih bertahan dalam keadaan hampir utuh yakni Candi Jago.

Tapi berkat uraian sumber setidaknya dapat diketahui tentang adanya keindahan dari Candi Kagenengan era Singasari. Sebagaimana dijelaskan pada "Tafsir Sejarah Negarakretagama" dari Prof Slamet Muljana, Candi Kagenengan memiliki keindahan yang luar biasa.

Bentuknya tidak bertara, pintu masuk terlalu lebar lagi tinggi, dari luar bersabuk. Di dalam terbentang halaman dengan rumah berderet di tepinya. Ditanami aneka ragam bunga seperti tanjung, nagasari, dan sebagainya. Menaranya lampai menjulang tinggi seperti Gunung Meru di tengah-tengah sangat indah.

 BACA JUGA:

Di dalam candi ada arca Dewa Siwa, sebagai lambang raja yang dipuja di situ. Ialah datu-leluhur raja Majapahit yang disembah di seluruh dunia. Sayang Candi Kagenengan ini sudah musnah.

Candi Kagenengan terletak di Dusun Candirejo, Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Candi Kagenengan merupakan bangunan candi yang bahan utama dari bahan bata dan sebagian berbahan batu andesit.

Candi ini memiliki arsitektur dengan gaya Singasari berukuran panjang 6,6 meter, lebar 6,6 meter dengan tinggi 9 meter dan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kaki, tubuh, dan atap.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement