Candi Kagenengan menghadap ke barat dengan pintu masuk berhiaskan kala pada bagian atasnya. Selain hiasan kala, terdapat angka tahun 1271 Saka (1349 Masehi) yang dipahatkan pada balok batu.
Angka tahun ini sejaman dengan masa pemerintahan Tribhuwanatunggadewi dari kerajaan Majapahit. Kakawin Negarakretagama menjelaskan ada 27 candi peninggalan Kerajaan Singasari.
BACA JUGA:
Sayang dari puluhan candi makam yang ada saat itu, tak sedikit yang sudah musnah, salah satunya Candi Kagenengan. Sementara Candi Jago juga tak kalah megah.
Candi Jago merupakan salah satu candi yang indah ketika masih dalam keadaan utuh. Kakawin Negarakretagama pupuh 41/4 menguraikan Candi Jago merupakan candi buddha.
Di dalamnya terdapat arca Buddha sebagai lambang mendiang raja Wisnuwardhana yang dihiasi dengan berbagai relief. Teras pertama memuat relief Kunjarakarna, dongeng didaktik yang tidak asing dalam kesusastraan Buddha.
Pada teras kedua terpahat relief Partayajya, sebuah cerita dari Mahabarata tentang Arjuna yang sedang bertapa di Gunung Indrakila, minta senjata yang akan digunakan dalam perang Bharatayuddha melawan Kurawa.
Teras ketiga berisi relief Arjuna Wiwaha, cerita perkawinan antara Arjuna dan Dewi Suprabha, hadiah bhatara guru kepada Arjuna setelah mengalahkan raja raksasa Nirwatakawaca.
(Furqon Al Fauzi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.