PARA generasi muda Tanah Air wajib mengenal sejarah Bambu Runcing yang jadi senjata andalan perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Senjata Bambu Runcing merupakan ikon era kemerdekaan yang digunakan sebagai alat perjuangan. Pemilihannya tentu saja dari ketiadaan dan kekurangan peralatan perang yang tersedia, sementara perjuangan melawan penjajah masih berkobar. Khususnya di masa-masa setelah Indonesia merdeka.
Pasca proklamasi kemerdekaan justru membuat perjuangan semakin berat dan kekuatan musuh kian besar. Pasukan Jepang masih bertaji dan pasukan Belanda masih ingin kembali menjajah lagi.
Maka otomatis persenjataan menjadi sangat dibutuhkan. Bambu Runcing dan peralatan tradisional lain menjadi pilihan terbaik saat itu. Karena murah dan bisa digunakan secara massal.
Dilansir dari berbagai sumber Jakarta Selasa (8/8/2023) disebutkan bambu runcing awalnya disebut “cucukan”. Istilah ini berarti sebilah bambu yang ujungnya ditajamkan.
Bambu runcing dipopulerkan seorang ulama terhormat yaitu Kiai Subeki dari Temanggung, Jawa Tengah, serta putranya, Kiai Noer pada tahun 1941. Bambu runcing menjadi pilihan utama bagi para santri selain klewang, golok, keris dan tombak, untuk berperang dan jihad menghadapi penjajah.