Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenal Sejarah Bambu Runcing yang Jadi Senjata Andalan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Hafid Fuad , Jurnalis-Selasa, 08 Agustus 2023 |22:04 WIB
Mengenal Sejarah Bambu Runcing yang Jadi Senjata Andalan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Ilustrasi bambu runcing (Foto:Antara)
A
A
A

PARA generasi muda Tanah Air wajib mengenal sejarah Bambu Runcing yang jadi senjata andalan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Senjata Bambu Runcing merupakan ikon era kemerdekaan yang digunakan sebagai alat perjuangan. Pemilihannya tentu saja dari ketiadaan dan kekurangan peralatan perang yang tersedia, sementara perjuangan melawan penjajah masih berkobar. Khususnya di masa-masa setelah Indonesia merdeka.

Pasca proklamasi kemerdekaan justru membuat perjuangan semakin berat dan kekuatan musuh kian besar. Pasukan Jepang masih bertaji dan pasukan Belanda masih ingin kembali menjajah lagi.

Maka otomatis persenjataan menjadi sangat dibutuhkan. Bambu Runcing dan peralatan tradisional lain menjadi pilihan terbaik saat itu. Karena murah dan bisa digunakan secara massal.

Dilansir dari berbagai sumber Jakarta Selasa (8/8/2023) disebutkan bambu runcing awalnya disebut “cucukan”. Istilah ini berarti sebilah bambu yang ujungnya ditajamkan.

Bambu runcing dipopulerkan seorang ulama terhormat yaitu Kiai Subeki dari Temanggung, Jawa Tengah, serta putranya, Kiai Noer pada tahun 1941. Bambu runcing menjadi pilihan utama bagi para santri selain klewang, golok, keris dan tombak, untuk berperang dan jihad menghadapi penjajah.

Merujuk cerita di kalangan kiai NU, di masa perjuangan saat itu Kiai Wahab, Kiai Ridlwan dan Kiai Asnawi menghadap ke Syaikh KH Hasyim Asy’ari untuk mengeluarkan fatwa Jihad.

Kemudian di tengah kebingungan mengenai persenjataan Kiai Hasyim menyuruh para kiai meminta saran ke Kiai Subeki Parakan Temanggung. Akhirnya ulama tersebut memberikan solusi menggunakan bambu runcing yang tumbuh di belakang rumahnya.

Bambu runcing langsung diangkat setelah Fatwa Jihad dikeluarkan. Ribuan santri berangkat ke Surabaya, untuk perang, mereka banyak yang bersenjatakan bambu runcing yang telah didoakan oleh Kiai Subeki.

Pasca-Indonesia merdeka, banyak pemuda yang bermodalkan bambu runcing demi merebut senjata dari Jepang. Biasanya, para pemuda membakar ujung bambu runcing sampai hangus, lalu dimasukkan ke kotoran kuda.

Hal begitu sering dilakukan demi menakut-nakuti tentara Jepang karena kalau tertusuk, tidak hanya luka luar, tapi bisa-bisa mereka terkena tetanus.

(Hafid Fuad)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement