Anggit pun menjelaskan makna aksesoris yang digunakan pada pakaian adat yang digunakan Presiden. Di antaranya ada yang melambangkan keteguhan, tanggung jawab hingga martabat.
"Aksesoris yang dikenakan berupa kalung yang disebut mamuat, yang menyimpan makna keteguhan terhadap janji untuk menjalani kehidupan.
Ikat kepala (Kaluyak uke) dengan aksesori somalay melambangkan tanggung jawab yang diemban seorang laki-laki. Pada kain tenun ada motif Tamata (manusia) yang melambangkan martabat dan harga diri manusia. Ada juga motif bunga Kilun Loan yang melambangkan pentingnya posisi perempuan yang menandai kesempurnaan seorang laki-laki," kata Anggit.
Anggit mengungkapkan bahwa baju adat tersebut diperoleh dan disiapkan oleh Pemprov Maluku. Sementara, lanjut Anggit, busana adat yang dikenakan Ibu Negara tidak disiapkan secara khusus oleh Sespri, namun disiapkan sendiri oleh Ibu Iriana.
"Ketertarikan Presiden terhadap pakaian adat Tanimbar sebenarnya sudah disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku 1 September 2022," katanya.
(Arief Setyadi )