Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menuju Indonesia Inklusi: Sebuah Buku dari Angkie Yudhistia untuk Literasi Seputar Disabilitas

Diana Aslamiyyah , Jurnalis-Kamis, 17 Agustus 2023 |09:04 WIB
Menuju Indonesia Inklusi: Sebuah Buku dari Angkie Yudhistia untuk Literasi Seputar Disabilitas
Angkie Yudhistia saat hadir dalam Special Dialogue Okezone (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA- Angkie Yudhistia kembali meluncurkan buku keempatnya yang berjudul "Menuju Indonesia Inklusi". Buku nya ini diluncurkan di tengah kesibukannya sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi.

"Singkatnya menuju Indonesia Inklusi itu perihal tentang literasi disabilitas" ujar Staf Khusus Presiden, Angkie Yudhistia, dalam Indonesia Maju, Kamis (17/8/2023).

Angkie menjelaskan bahwa buku keempatnya ini merupakan hasil proses dari ketiga buku sebelumnya. Buku ini berangkat dari banyaknya pertanyaan masyarakat umum mengenai penyandang disabilitas, mulai dari pertanyaan mengenai apa itu penyandang disabillitas hingga pertanyaan menyangkut isu-isu serius seperti bagaimana negara meng-akomodir disabilitas.

Meskipun begitu, buku ini dikemas semenarik mungkin dengan gaya penulisan berupa storytelling serta dilengkapi dengan gambar-gambar dan data infografis. Melalui buku ini para pembaca akan memahami akan adanya eksistensi dari para penyandang disabilitas dan bagaimana perjuangan mereka.

Selain itu, dalam buku Menuju Indonesia Inklusi juga dibahas mengenai etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas yang memiliki jenis bermacam-macam, yakni radang sensorik, motorik, intelektual, mental, hingga ganda. Angkie menjelaskan bahwa penyandang disabilitas yang beragam macam itu tidak dapat disamaratakan, masing-masing mereka memiliki kemampuan dan potensinya sendiri.

“Jadi setiap orang itu punya skalanya masing masing gitu. Tapi gimana caranya kita bisa menganggap bahwa toleransi kita, empatinya kita bahwa siapapun bisa menjadi disabilitas” Ujar Angkie.

Secara lebih lanjut Angkie juga menjelaskan bahwa untuk meminimalisir disabilitas harus dimulai dari keluarga dan bagaimana seseorang melindungi dirinya sendiri. Tetapi apabila seseorang telah menjadi penyandang disabilitas, mereka cenderung merasa kecil hati, rendah diri, hingga merasa dikucilkan sebagai kelompok minoritas. Pedahal menurut dia penyandang disabilitas juga merupakan aset sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

“Negara menurut data BPS yang memiliki jumlah 22,9 juta ini kan aset SDM yang artinya kita bernegara yang memiliki kesempatan yang sama dengan warga lainnya” tambahnya.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement