Sehingga, kata Aam, hal inilah yang menghalangi operasi TMC. “Jadi ini sebenarnya yang kondisi-kondisi yang menghalangi kita misalkan ketika kita ingin mengisi ulang waduk di sepanjang Jawa untuk memastikan ketersediaan air bersih masyarakat dengan Teknologi Modifikasi Cuaca misalnya.”
“Kita tahu TMC ini bisa bekerja dengan kita menabur garam di awan sehingga dia turun lebih cepat. Tapi kalau nggak ada awannya, nggak bisa kita melakukan, menurunkan air hujan itu. Ada fase-fase tertentu dimana minimal apa konsentrasi awan itu 30%, bahwa itu cukup untuk membuat hujan buatan,” ungkap Aam.
Oleh karena itu, Aam mengatakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa operasi TMC tidak hanya dilakukan di Jakarta untuk mem-flushing atau membilas polutan, namun juga untuk mengatasi kemarau panjang di sejumlah wilayah.
“BNPB bersama BMKG bersama BRIN dan TNI, Mabes Polri, itu kita sudah mulai melakukan TMC dengan arahan bapak Presiden terkait kondisi udara, enggak cuma di Jakarta ya, di Bandung, di Semarang dan lain-lain kita sudah mulai TMC dari tanggal 19, 20, kita harapkan dalam 2, 3 hari ke depan ada awan yang bisa kita turunkan lagi hujannya kita akan turunkan,” pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.