Kehadiran MCC bukan sekedar fisik namun simbol budaya baru berkolaborasi. Tujuannya agar pelaku industri kreatif punya rasa memiliki yang kuat karena menjadikan MCC sebagai rumah. Gedung ini dibangun terdiri dari 8 lantai dengan fasilitas dan fungsi yang lengkap menyesuaikan dengan kebutuhan industri kreatif di Malang.
“MCC adalah investasi demi generasi emas bangsa. Ini bukan hanya bangunan fisik, tapi lebih dari itu, MCC akan jadi rumah besar kita semua, tempat kita membangun budaya kolaborasi untuk akselerasi kemajuan,” ujar Sutiaji.

Gedung Malang Creative Center
Sejak diresmikan pada Desember 2022 lalu, hingga kini telah tercatat sekitar 500 kegiatan yang telah digelar di MCC. Berbagai event skala besar seperti pameran, workshop, fashion show, lomba yang melibatkan hingga ratusan orang telah digelar dengan sukses dan sudah ada 300 UMKM dan pelaku ekraf berkantor di MCC.
MCC sendiri mengusung tagline Creative Culture Ambience adalah pusat aktivitas untuk pemberdayaan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri kreatif dengan menciptakan suasana budaya kreatif dari Malang untuk Indonesia dan dunia. MCC yang mengusung konsep 8C, yaitu Creative, Create, Communication, Collaboration, Commerce, Champion, Consistent, dan Culture.
Tak berhenti sampai disitu, Pemkot Malang juga sukses menyulap kawasan kumuh menjadi kawasan destinasi wisata bernilai bagi masyarakat maupun wisatawan yakni Kayutangan Heritage. Ide revitalisasi kawasan Kayutangan Heritage tercetus sejak 2019, ide tersebut digadang-gadang oleh Wali Kota Malang Sutiaji bersama Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko.