Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Musso Bawa PKI Dalam Pemberontakan Senjata di Madiun

Awaludin , Jurnalis-Senin, 04 September 2023 |05:01 WIB
 Kisah Musso Bawa PKI Dalam Pemberontakan Senjata di Madiun
Illustrasi (foto: dok Okezone)
A
A
A

PARTAI Komunis Indonesia (PKI) merupakan partai politik yang didirikan sesudah proklamasi. Meski demikian, PKI bukanlah partai baru, karena telah ada sejak zaman pergerakan nasional sebelum dibekukan oleh pemerintah Hindia Belanda akibat memberontak pada 1926.

Sejak merdeka sampai awal tahun 1948, PKI masih bersikap mendukung pemerintah. Hal ini terkait dengan Doktrin Dimitrov, yang menyatakan bahwa gerakan komunis harus bekerja sama dengan kapitalis dalam rangka menghadapi kekuatan fasis.

Namun ketika golongan kiri terlempar dari pemerintahan, PKI menjadi partai oposisi dan bergabung dengan partai serta organisasi kiri lainnya dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang didirikan Amir Syarifuddin pada bulan Februari 1948. Demikian dikutip dari Buku Ajar Sejarah Indonesia Kelas XII SMA/MA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2018.

Pada awal September 1948, pimpinan PKI dipegang Musso. Ia membawa berita bahwa Doktrin Dimitrov telah diganti dengan Doktrin Zhdanov, di mana komunis harus bekerja sama dengan golongan nasionalis-progresif untuk menghadapi golongan kapitalis borjuis.

Musso lalu membawa PKI ke dalam pemberontakan bersenjata yang dicetuskan di Madiun pada tanggal 18 September 1948 (Taufik Abdullah dan AB Lapian, 2012).

Mengapa PKI memberontak? Alasan utamanya tentu bersifat ideologis, di mana mereka memiliki cita-cita ingin menjadikan Indonesia sebagai negara komunis.

Berbagai upaya dilakukan oleh PKI untuk meraih kekuasaan. Di bawah pimpinan Musso, PKI berhasil menarik partai dan organisasi kiri dalam FDR bergabung ke dalam PKI. Partai ini lalu mendorong dilakukannya berbagai demonstrasi dan pemogokan kaum buruh dan petani.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement