MAROKO - Wisatawan Gwent menggambarkan kengerian mereka setelah gempa bumi melanda Maroko pada malam hari.
Wisatawan mengungkapkan bagaimana mereka melarikan diri untuk menyelamatkan diri ketika sebuah bangunan hotel mulai berguncang ketika gempa bumi berkekuatan 7 melanda mereka di Marrakesh.
“Ini belum pernah saya lihat sebelumnya,” terang Lowri Davies, 21, dari Newport, dikutip South Wales Argus.
“Itu benar-benar menakutkan. Lampu gantung di hotel mulai bergetar dan kami semua mulai berlari sekuat tenaga untuk keluar. Semua orang lari dari gedung,” lanjutnya.
“Saya belum pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya,” ujarnya.
Jane Felix-Richards dari Cardiff kepada Argus mengatakan kaca di lobi hotel mereka pecah setelah gempa.
Reuters melaporkan gempa terjadi pada kedalaman 6,21 mil. Al Jazeera mengatakan bahwa laporan kerusakan muncul dari kota tua Marrakesh, sebuah jaringan tembok merah bersejarah dan jalan-jalan sempit yang diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO.
Namun tingkat kerusakan belum diketahui secara pasti.
Sementara itu, video dan gambar yang dibagikan di media sosial menunjukkan awan debu dan tumpukan puing, sementara tembok-tembok runtuh akibat kekuatan gempa.
Postingan lainnya menggambarkan warga yang terkejut berlari mencari keselamatan, keluar dari gedung setempat, dan menuju jalan.
Kendati variasi dalam pengukuran awal adalah hal biasa, baik data lokal maupun data dari Amerika Serikat (AS) menempatkan gempa tersebut sebagai gempa terkuat di Maroko dalam beberapa tahun terakhir.
Meskipun gempa bumi relatif jarang terjadi di Afrika Utara, namun gempa berkekuatan 5,8 skala Richter melanda dekat Agadir dan menyebabkan ribuan kematian pada tahun 1960.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.