JAKARTA - Tayangan azan di RCTI yang didalamnya terdapat Ganjar Pranowo dinilai bagian dari cara mengajak masyarakat menunaikan ibadah salat. Ajakan tersebut merupakan bagian dari ibadah yang lumrah dilakukan siapapun.
Menurut Jubir PPP Usman M Tokan atau akrab disapa Donie Tokan, umat muslim diwajibkan untuk menyerukan orang menunaikan ibadah salat dengan cara berbeda. Kebetulan cara Ganjar menyerukan orang salat dengan cara tayangan seperti di televisi.
"Diera digital ini akan mudah mengajak masyarakat melaksanakan kewajiban beribadah, mungkin karena disaat suasana politik seperti sekarang ini banyak orang berprasangka negatif, padahal mengajak orang salat itu bahagian dari ibadah," jelas dia.
Menurut Donie, bagi muslim taat, hal tersebut menjadi hal yang biasa. Sayangnya, mereka yang meributkan adalah orang orang yang selama ini dianggap adalah kaum intelektual muslim yang sedang memperjuangkan kepentingan umat.
"Silahkan masyarakat menilai sendiri, tapi kami menghimbau agar jangan gunakan dalih agama untuk menyesatkan masyarakat dengan hal hal yang kita anggap baik tapi diplesetkan," tegas dia.
Donie mencontohkan, banyak pihak atau kandidat membagikan sembako ke masyarakat, kemudian masuk pesantren dengan tujuan ibadah. Ketemu para kyai untuk memohon doa restu. Kemudian aktivitas tersebut di blow up media. Dia bertanya, apakah apakah aktivitas tersebut dianggap salah?
Oleh karenanya, lanjut dia, PPP sebagai partai politik yang berasaskan Islam mendukung kandidat mana saja termasuk Ganjar Pranowo untuk tidak hanya hablum minannas tapi juga hablum minallah. "Itu tanda ketaqwaan mas Ganjar kepada al khaliq, sang pencipta alam semesta," imbuh dia.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.