4. Rengasdengklok, Karawang
Pada pukul 04.30 tanggal 16 Agustus 1945, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dijemput oleh golongan muda dari rumah masing-masing. Lalu, keduanya dibawa ke rumah milik Djiaw Kie Siong.
Di sini, terjadi kesepakatan penting antara golongan tua yang diwakili oleh Ahmad Soebardjo dan golongan muda yang diwakili oleh Wikana. Kesepakatan tersebut menyatakan bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan di Jakarta.
Dengan jaminan proklamasi kemerdekaan tersebut, Soekarno dan Hatta diizinkan untuk kembali ke Jakarta. Akhirnya, pada Jumat, 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia secara resmi diproklamirkan oleh Soekarno, didampingi oleh Hatta. Ini adalah tonggak bersejarah yang menandai berdirinya negara Indonesia yang merdeka.

Berapa Kali Presiden Soekarno Masuk Penjara?
5. Rumah Sakit Wisma Yaso, Jakarta
Presiden Soekarno mengalami pengasingan terakhirnya di Rumah Sakit Wisma Yaso pada tahun 1969. Alasan di balik pengasingan ini adalah kondisi kesehatannya yang semakin memburuk. Di sana, Soekarno mengalami kesepian yang mendalam karena terpisah dari keluarganya dan jauh dari sorotan publik.
Kesehatan Soekarno memburuk secara signifikan selama masa pengasingannya di Wisma Yaso. Penyakit gangguan peredaran pada jantung, batu ginjal, dan tekanan darah tinggi menjadi masalah utama yang dihadapinya.
Pada 21 Juni 1970, Presiden Soekarno meninggal dunia di Rumah Sakit Wisma Yaso, menutup lembaran panjang sejarah hidupnya.
Demikian 5 tempat pengasingan Presiden Soekarno, dari Penjara Banceuy hingga RS Wisma Yaso yang menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang hidupnya hingga akhir hayat.
(Erha Aprili Ramadhoni)