JAKARTA - Rumah Sakit Polri Kramat Jati menjelaskan temuan luka bacokan dari putra Perwira Menengah TNI Angkatan Udara, CHR (16), yang tewas mengenaskan di Pos Spion Lanud Halim Perdanakusuma, pada Minggu, 25 September 2023.
RS Polri menyampaikan terdapat enam luka bacokan dengan diameter terdalam salah satunya yakni 6,5 centimeter.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri, Brigjen Pol Hariyanto, mengatakan CHR dimungkinkan mengalami luka tusukan di bagian dada, yang mengakibatkan korban tewas karena kehabisan darah.
"Jadi dari enam luka bacokan yang didapati di jasad CHR, yang terdalam itu sedalam 6,5 Centimeter, diameter lukanya selebar 2 sampai 3 centimeter," kata Hariyanto kepada wartawan, Kamis (28/9/2023).
CHR mengalami pendarahan usai mendapat luka bacok tersebut, sehingga dinilai menjadi faktor utama penyebab kematian. Ia mengatakan hal tersebut karena meskipun terbakar, CHR diduga masih hidup berdasarkan temuan jelaga di jalur pernapasannya.
"Jadi saat terbakar itu, dia masih hidup. Jadi kalau dilihat itu organ tubuhnya pucat sehingga sangat mungkin bahwa luka tusuknya itu yang menyebabkan kematian. Karena ditemukan banyak kumpulan darah yang cukup banyak di rongga perut," jelas Hariyanto.
Sekadar informasi, Jasad pemuda CHR (16) yang merupakan anak perwira menengah (Pamen) TNI AU yang ditemukan di temukan di Lanud Halim ada enam luka tusukan benda tajam.