Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Novel Baswedan Sebut Ada Kepala Daerah yang Jadi Korban Pemerasan Oknum KPK

Nur Khabibi , Jurnalis-Minggu, 15 Oktober 2023 |10:38 WIB
Novel Baswedan Sebut Ada Kepala Daerah yang Jadi Korban Pemerasan Oknum KPK
Ilustrasi/Foto: Istimewa
A
A
A

 

JAKARTA - Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan menyatakan bukan hanya mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang diduga menjadi korban pemerasan pihak lembaga antirasuah. Pasalnya, ia mendapat informasi terkait kepala daerah yang juga menjadi korban pemerasan tersebut.

Novel mengungkapkan hal itu dalam tayangan podcast 'BOCORAN!!! Tak Hanya Mentan, Ada Juga Kepala Daerah yang Diperas?' yang tayang di akun YouTubenya, Jumat (13/10/2023).

 BACA JUGA:

"Saya mendapat informasi ada seorang kepala daerah yang juga menjadi korban pemerasan," kata Novel dalam podcast channel Novel Baswedan yang dikutip Minggu (15/10/2023).

Dari informasi yang ia terima itu, Novel menduga sudah banyak pihak yang menjadi korban pemerasan oknum KPK sudah banyak.

 BACA JUGA:

"Dari informasi yang kami peroleh itu artinya dugaan sangat keras bahwa korban-korban pemerasan itu banyak," ujar Novel.

"Tapi, yang lebih menarik gini, ketika tadi saya katakan ada pemerasan yang itu merupakan level kejahatan korupsi yang tertinggi, kewenangan digunakan untuk meras, berarti paling enggak yang lainnya berani lah. Kalau seperti itu, saya sangat yakin kalau perbuatan ini sering dilakukan," sambungnya.

Sebagai informasi, kasus dugaan pemerasan pimpinan KPK terhadap SYL saat ini dalam tahap penyidikan Polda Metro Jaya. Belasan saksi sudah dimintai keterangan terkait kasus yang dimaksud.

Terbaru, pemeriksaan dilakukan terhadap ajudan Firli Bahuri, Kevin Egananta Joshua. Kevin pun akan kembali dipanggil oleh tim penyidik pada Rabu (18/10/2023) untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

(Nanda Aria)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement