JAKARTA – Cerita ketika Soeharto jadi juru damai antara Jenderal Ahmad Yani dengan AH Nasution. Hal ini terungkap saat Wakil Perdana Menteri Indonesia di era tahun 1960-an, Soebandrio, menerbitkan memoar berjudul 'Kesaksianku Tentang G30S' pada tahun 2000 lalu.
Dalam memoar itu menuliskan ada kisah ketika Soeharto jadi juru damai antara Jenderal Ahmad Yani dengan AH Nasution.
Soebandrio mengungkapkan, rekam jejak Soeharto saat berada di divisi Diponegoro. Soeharto saat itu menjalin hubungan dengan pengusaha Tionghoa, Liem Sioe Liong dan Bob Hasan. Menurut Soebandrio, orang-orang ini menjalankan usaha penyelundupan berbagai barang. Kabar tersebut sampai ke telinga banyak orang hingga didengar oleh Jenderal Ahmad Yani.
Mendengar Soeharto melakukan ini, kabarnya Jenderal Ahmad Yani sangat marah. Menurut Soebandrio, dalam satu kejadian, Ahmad Yani menempeleng Soeharto.
Menurut Ahmad Yani, dalam pernyataan Soebandrio, Soeharto diyakini telah mempermalukan Korps Angkatan Darat (AD).
Ada desas-desus bahwa tidak hanya Jenderal Ahmad Yani, tetapi juga Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal AH Nastion dikabarkan pernah memecat Soeharto sebagai Panglima Diponegoro secara tidak hormat.
Soeharto diyakini saat itu menggunakan dinas militernya untuk mengumpulkan uang dari perusahaan-perusahaan di Jawa Tengah.
“Sebagai penguasa perang, saya merasa ada wewenang mengambil keputusan darurat untuk kepentingan rakyat, ialah dengan barter gula dengan beras. Saya tugasi Bob Hasan melaksanakan barter ke Singapura, dengan catatan; beras harus datang lebih dahulu ke Semarang,” demikian pengakuan Soeharto dalam Pikiran Ucapan dan Tindakan Saya (1989).
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.