JAKARTA - Berada di Jalan Cut Meutia 1, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Masjid Cut Meutia menyimpan sejarah unik dengan arsitekturnya bangunannya sangat khas Belanda.
Sejarah Masjid Cut Meutia sebelumnya merupakan sebuah bangunan yang berselebahan dengan Stasiun Gondangdia itu merupakan kantor pemerintah Hindia Belanda.
Bangunan dengan atap kubah kuno dan jendela-jendela besar itu dulunya berfungsi sebagai kantor biro arsitektur dan pengembang yakni N.V. De Bauploeg.
Gedung tersebut selesai dibangun pada tahun 1912 dan dari waktu ke waktu fungsinya beberapa kali berubah.
Berawal dari kantor biro, kemudian dilanjutkan lagi sebagai kantor pos, kantor Jawatan Kereta Api Belanda, hingga kantor Kempetai Angkatan Laut Jepang.
Lepas dari zaman penjajahan Belanda maupun Jepang, gedung Masjid Cut Meutia sempat dipakai untuk kantor Wali Kota Jakarta Pusat, kantor Dinas Perumahan, perusahaan daerah air minum, dan kantor pos. Selain itu, pernah pula ditempati Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pimpinan Jenderal AH Nasution.
MPRS kemudian berpindah tempat ke Senayan. Sejak saat itu, gedung di kawasan Menteng ini tak lagi dipergunakan untuk keperluan kantor manapun dan justru AH Nasution menyarankan agar dijadikan masjid.