“Menuju kota kreatif 2025, Kota Malang tak hanya memiliki SDM yang berkualitas, tetapi juga fasilitas yang mumpuni, di antaranya ada lebih dari 186 startup dan studio, 22 komunitas digital, lebih dari 25 coworking space, dan 21 kampus berbasis IT,” tuturnya.
Selain itu, Kota Malang pun semakin memantapkan langkahnya berdaya saing di bidang ekraf dengan membangun Malang Creative Center (MCC).
“Inovasi yg dilakukan Kota Malang adalah membuat wadah untuk kaum milenial di bidang digital, yaitu Malang Creative Center untuk mengembangkan kemampuan mereka di era digital,” tutur Wahyu.
MCC dirancang sebagai wadah yang representatif dan nyaman yang mampu memberikan layanan dan fasilitasi kebutuhan tempat berinteraksi, berekspresi dan memamerkan hasil kreativitas serta inovasi para insan pelaku kreatif.
Tentu saja hal ini bertujuan untuk dapat berkolaborasi dan berkembang bersama demi membangkitkan perekonomian.
MCC sendiri merupakan rumah bagi para pelaku 17 subsektor ekonomi kreatif, di antaranya arsitektur, film, fotografi, kriya, kuliner, seni rupa, desain produk, aplikasi, game, televisi dan radio, fesyen, pertunjukan, desain interior, periklanan, penerbitan, DKV, dan musik.
“MCC akan dioptimalkan sebagai creative hub dan pusat kelahiran kebudayaan kreatif Malang dan Indonesia,” ujar Wahyu.
Gedung ini dibangun terdiri dari 8 lantai dengan fasilitas dan fungsi yang lengkap menyesuaikan dengan kebutuhan industri kreatif di Malang.
Lantai 2 terdiri atas Animation, Motion Capture, & Broadcast Studio dan City Planning Gallery. Sementara itu, adapun Creative Design Store dan Food Lab & Coworking Space di lantai 3.