Tidak hanya mengembangkan potensi pariwisata, Pemkot Bima juga memberikan dukungan untuk pengembangan industri kreatif lokal. Rum mengatakan, pihaknya siap bekerja sama dengan para pelaku industri untuk mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam pengembangan bisnis mereka.
Dukungan tersebut diutarakan dalam kunjungan ke Industri Kecil Menengah (IKM) Sentra Tenun Nur Sakura, Rabadompu Timur, Kota Bima, belum lama ini. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan dan memahami potensi industri kreatif lokal yang memiliki dampak ekonomi yang signifikan di wilayah ini.
Rum memberikan semangat kepada para pelaku usaha untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam memproduksi tenun berkualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar global.
Tak hanya itu, Pemkot Bima juga mendukung program Jumat Salam dan Jumat Blondong (Jumat bersarung), sebagai program yang berorientasi pada pemberdayaan UMKM lokal di seluruh NTB khususnya Kota Bima. Pihaknya berkomitmen dalam memberikan pelatihan, akses pasar, dan dukungan infrastruktur guna meningkatkan daya saing industri tenun NTB.

Foto bersama para penerima penghargaan dengan Managing Director iNews Media Group Rafael Utomo dan Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas pada Malam Inagurasi Indonesia Visionary Leader 2023. (Foto: iNews Media Group/Aldhi Chandra Setiawan)
Indonesia Visionary Leader merupakan program rutin yang diselenggarakan oleh MNC Portal sejak tahun 2017. Program ini dilaksanakan sebagai upaya daerah dalam merumuskan, mengkomunikasikan,mengimplementasikan, sekaligus membudayakan visi kepala daerah di wilayah kepemimpinannya.
Penghargaan yang diberikan merupakan hasil penilaian para dewan juri yang hadir pada sesi penilaian, yaitu Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Budi Frensidy, Analis Perundang-Undangan Sekretariat Ditjen OTDA Kementerian Dalam Negeri Saydiman Marto, Ketua Pembina Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD) Andi Ilham Said, serta Pengajar Global Business Marketing, Binus Business School dan Co-Founder Astagatra Institute Wahyu T. Setyobudi.
Tahun ini, Indonesia Visionary Leader mengangkat tema "Pemimpin sebagai Penjaga Resiliensi Ekonomi". Resiliensi ekonomi merujuk pada kemampuan suatu wilayah untuk bertahan, beradaptasi, dan pulih dari tekanan ekonomi, baik dari faktor internal maupun eksternal.