JAKARTA - Sumpah Pemuda tak lepas dari sosok Mohammad Yamin. Terutama di saat Kongres Pemuda II yang diadakan pada 27-28 Oktober 1928.
Dia adalah tokoh yang membuat Ikrar Pemuda yang sekarang disebut sebagai Sumpah Pemuda, yaitu "Bertanah Air, Berbangsa, dan Menjunjung Bahasa Persatuan Indonesia".
BACA JUGA:
Yamin adalah tokoh nasional yang lahir di Tawali, Sawah Lunto, Sumatera Barat pada 22 Agustus 1903.
Dia mengenyam pendidikan tinggi di Rechtshoogeschool te Batavia yang merupakan Sekolah Tinggi Hukum (saat ini FH UI).
Mohammad Yamin dalam Perumusan Sumpah Pemuda
BACA JUGA:
Pada awal abad ke-20, Yamin bergerak pertama kali sebagai pejuang pemuda saat dia bergabung dalam organisasi Jong Sumatranen Bond.
Organisasi tersebut merupakan perkumpulan para pemuda asal Sumatera yang bersekolah di Jakarta.
Dia menjadi pemimpin yang aktif di Jong Sumatranen Bond. Selain itu, Yamin juga tergabung sebagai anggota Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI).
Kongres Pemuda I
Dalam Kongres Pemuda I, Yamin ditunjuk untuk membuat naskah rumusan putusan Kongres Pemuda Indonesia (Sumpah Pemuda).
Dia tidak sendiri melainkan bersama tiga orang lainnya, yaitu M. Tabrani, Sanusi Pane, Jamaludin.
Selain itu, Yamin juga melakukan pidato mengenai “Persatuan Kebangsaan Indonesia”.
Melansir dari buku “Dari Kongres Pemuda Indonesia Pertama ke Sumpah Pemuda” karya B. Sularto (1986), terdapat perdebatan pendapat antara Yamin dengan M. Tabrani pada 2 Mei 1926.