Mendirikan Pesantren
Setelah selesai mengembara menuntut ilmu, dengan restu para gurunya, Mbah Hisyam mendirikan Ponpes Sukawarah Roudlotus Solihin pada tanggal 2 Februari 1929. Di sini lah julukan Mbah Hisyam menjadi tenar.
Pada masa perjuangan, Ponpes Sukawarah menjadi tempat berkumpulnya para santri pejuang. Para santri di sana tidak hanya diajarkan mengaji, mereka juga dibekali ilmu-ilmu lain bak tentara, seperti baris berbaris, huruf morse hingga pertolongan pertama.
Hingga saat ini, Pesantren tersebut masih berdiri kokoh, dan murid-murid yang ada di sana masih menanamkan apa yang diajarkan oleh Mbah Hisyam sejak hampir 1 abad lalu.
Nahdlatul Ulama
Di kalangan Nahdliyin, Mbah Hisyam terkenal senagai ulama yang hebat, dalam keilmuan agamanya dan kanuragannya (ilmu spiritual). Para jamaah dan Nahdliyin yang mengenalnya, menilai Mbah Hisyam sebagai ulama yang lucu dan murah senyum.
Kedekatannya dengan kalangan Nahdliyin membuatnya terpilih sebagai Rais Syuriah PCNU Purbalingga selama tiga periode, terhitung pada tahun 1973-1975, lalu 1975-1978, dan lanjut dari 1978-1983.
Dengan catatan perjalanan karir dan keilmuannya, Ganjar Pranowo menilai Mbah Hisyam sebagai sosok yang layak dijadikan teladan. Hal itu ia ungkap saat menghadiri acara Haul ke35 sosok ulama tersebut, pada Senin (30/10/2023)
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.