Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Duel Siswa MI Pakai Pisau Cutter, Pihak Sekolah Ungkap Kronologinya

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 02 November 2023 |04:30 WIB
 Kasus Duel Siswa MI Pakai Pisau Cutter, Pihak Sekolah Ungkap Kronologinya
Sekolah MI tempat korban dan pelaku (foto: MPI/Avirista)
A
A
A

MALANG - Bocah di Kabupaten Malang terluka parah akibat duel dengan teman satu sekolah di salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI). Diduga permasalahannya karena adanya aktivitas di dalam sekolah Madrasah Ibtidaiyah berinisial RT di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, saat salat Dhuhur, pada Selasa kemarin (31/10/2023).

Kepala Madrasah Ibtidaiyah, Muflichatul Mukaromah mengatakan, awalanya antara R korban luka sayatan dengan H terduga pelaku yang merupakan kakak kelasnya terjadi dorong-dorongan saat salat Dhuhur. Di sana korban sempat menyakar salah satu anak di masjid, namun dilerai oleh pihak sekolah.

"Awalnya ketika salat Dhuhur, terus sudah dilerai oleh Pak H. Yang dorong-dorongan itu R (korban) nyakar salah satu anak," kata Muflichatul Mukaromah, dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (1/11/2023).

Saat itu, kata Mukaromah, pihak sekolah menganggap persoalan selesai karena semua berjalan dengan normal. Tetapi sepulang sekolah pihaknya menerima informasi dari beberapa wali murid yang menjemput anaknya terjadi perkelahian itu di area luar sekolah.

"Terus kita berpikir bahwasanya setelah dilerai ya sudah. Ternyata masih ada kelanjutannya. Dan kita nggak tahu, tahu-tahu ada informasi dari bapak ibu wali murid yang ada di bawah, yang jemput anaknya," tuturnya.

Saat kejadian berlangsung, kepala madrasah mengklaim area sekolah sudah sepi sebab seluruh siswa telah pulang. Bahkan ia pun tak mengetahui pasti kronologi peristiwa di luar sekolah tersebut.

"Jadi kita nggak tahu (kronologi peristiwanya). Bukan, sudah tidak di kendali kita, sudah tidak di bawah kendali kita atau di bawah pemantauan kita karena sudah di luar lembaga, dan jamnya juga sudah jam pulang. Jadi kita nggak tau apa-apa," ujarnya.

Ia memastikan bahwa pertengkaran hanya terjadi antara H siswa kelas V dengan R, siswa kelas IV yang merupakan warga Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Sedangkan H sendiri berasal dari Jawa Tengah, H sehari-hari tinggal di pondok pesantren yang juga berada satu lokasi di MI RT.

"Kita meredam berita bahwasanya ada penganiayaan, karena sebenarnya itu tidak ada penganiayaan sama sekali. Tidak ada pertengkaran, itu saja. Sebenarnya bukan perkelahian, lebih kepada pertengkaran saja. Awalnya percekcokan mulut, saya lihatnya dari saksi," ungkap dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement