Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Momen Pangeran Diponegoro Menolak Ritual Adat Jawa Jelang Wafat Ayahnya

Avirista Midaada , Jurnalis-Minggu, 12 November 2023 |06:30 WIB
Momen Pangeran Diponegoro Menolak Ritual Adat Jawa Jelang Wafat Ayahnya
Pangeran Diponegoro (Foto: Ist)
A
A
A

MALANG - Ayah Pangeran Diponegoro Sultan Hamengkubuwono III meninggal usai berkuasa di Keraton Yogyakarta selama 865 hari pada 3 November 1814. Konon sebelum meninggal dunia itu Sultan Hamengkubuwono III memang tengah sakit panas dingin. 

Hal itu berlangsung selama satu bulan sejak Oktober 1814. Konon di akhir masa kekuasaannya, Sultan Hamengkubuwono III tidak pernah menikmati kehidupan yang sehat betul. Apalagi, sejumlah persengkongkolan pada masa akhir kekuasaannya memperburuk kesehatan ayah Diponegoro itu.

Waktu demi waktu, sakit Sultan Yogya itu kian mencapai puncaknya. Peter Carey dalam bukunya "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro : 1785 - 1855" menggambarkan suasana di sekeliling ranjang sakratul maut itu, ketika tabib meracik obat-obatan dan ulama terus-menerus berzikir.

Menariknya digambarkan bagaimana Pangeran Diponegoro tidak berkenan dengan salah satu ritual yang dilakukan ke tubuh Sultan Hamengkubuwono III sang ayahnya.

Sultan Yogya itu yang sedang mengalami sakratul maut memang konon diberikan sejumlah ritual adat istiadat Jawa. Salah satu ritual yakni menjilati pusar Sultan, yang bertujuan untuk mempermudah keluarnya daya hidup. Diponegoro bergerak maju dan dengan tegas menutup tubuh ayahnya dengan selimut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement