Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Apakah Hizbullah pro Hamas? Berikut Fakta Fakta Pendukungnya

Salsabila Fitirah Puteri , Jurnalis-Senin, 20 November 2023 |15:33 WIB
Apakah Hizbullah pro Hamas? Berikut Fakta Fakta Pendukungnya
Pemimpin Lebanon Sayyed Hassan Nasrullah bertemu tokoh Hamas Ziyad al-Nakhalah. (Foto: Reuters)
A
A
A

BEIRUT - Hizbullah yang berarti "Partai Allah," merupakan kelompok bersenjata dan politik yang disebut berasal dari faksi Syiah dan memiliki dukungan dari Iran. Dilansir dari Aljazeera, kelompok ini didirikan pada 1982 sebagai respons terhadap invasi Israel di Lebanon selatan.

Awalnya mereka berasal dari kelompok bersenjata bentukan Korps Garda Revolusi Islam Iran. Terbentuk setelah invasi Israel ke Lebanon, Hizbullah mendapatkan dukungan dari kalangan muslim syiah dan menjadi salah satu lawan utama Israel di wilayah tersebut. Hizbullah dipimpin Nasrallah sejak 1992.

Mereka memiliki pengaruh besar dalam sistem politik sektarian Lebanon dan mendapat dukungan luas dari penduduk Syiah. Kelompok ini dikenal karena memiliki roket presisi dan mempunyai 100.000 pejuang, sehingga mengklaim dengan segala kekuatannya mereka mampu menyerang seluruh wilayah Israel.

Hizbullah memiliki hubungan erat dengan Hamas, penguasa Gaza, dan Jihad Islam, faksi Palestina lainnya yang didukung Iran. Walaupun terpisah, namun HIzbullah dan Hamas memiliki tujuan bersama, yaitu perlawanan terhadap para zionis Israel. Bersumber dari Reuters, Hizbullah merupakan salah satu pendukung terkuat yang dimiliki Hamas.

Dimana dukungan ini terlihat saat Hizbullah menyatakan bahwa akan melakukan "kontak langsung dengan pemimpin perlawanan Palestina" sejak tanggal 7 Oktober kemarin. Ap News berdasarkan laporan seorang pejabat senior Hamas menyebutkan bahwa Hizbullah dan Iran, yang menjadi sekutunya, akan ikut bergabung dalam pertempuran jika Gaza dikuasai oleh Israel.

Bahkan pemimpin Hizbullah telah melakukan pertemuan dengan para pemimpin Hamas dan Jihad Islam, membahas apa yang harus dilakukan aliansi mereka untuk mencapai “kemenangan” atas Israel. Pertemuan yang menunjukkan kerja sama dan dukungan yang erat tersebut berlangsung pada Rabu (25/10/2023).

Pertemuan yang tidak diketahui lokasinya ini melibatkan para petinggi seperti Sayyed Hassan Nasrallah dari Hizbullah, wakil ketua Hamas Saleh al-Arouri dan ketua Jihad Islam Ziad al-Nakhala.

(Maruf El Rumi)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement