Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Arema Sosok Patih Pejabat Penting Semasa Kertanagara Jadi Raja Singasari

Avirista Midaada , Jurnalis-Kamis, 23 November 2023 |07:08 WIB
   Arema Sosok Patih Pejabat Penting Semasa Kertanagara Jadi Raja Singasari
Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Nama Arema konon sudah ada sejak era Kerajaan Singasari di masa Kertanagara. Namun nama Arema di sini bukanlah nama tim sepakbola, melainkan sesosok orang yang menjabat Patih di Kerajaan Singasari.

Sosoknya mungkin tak sepopuler Mpu Raganata, yang juga menjadi patih senior di Kerajaan Singasari. Tetapi di masa Patih bernama lengkap Kebo Arema ini Singasari memulai ekspansinya ke luar negeri, hingga Semenanjung Melayu.

Kelak ekspansinya Singasari itu dinamakan sebuah Ekspedisi Pamalayu, yakni keinginan menaklukkan semenanjung di daerah Melayu semasa Kertanagara sang raja bertahta. Sosok Raganata sendiri juga turut andil dalam pemikiran ekspansi wilayah Kerajaan Singasari ke luar negeri.

Namun ada beberapa versi dimana nama Raganata itu tidak terdapat di antara nama pembesar kerajaan, yang menghadap Raja Kertanagara. Sejarawan Prof. Slamet Muljana dalam bukunya "Menuju Puncak Kemegahan : Sejarah Kerajaan Majapahit", menjelaskan ada tiga mahamenteri yang berkuasa di Kerajaan Singasari kala itu.

Ketiga mahamenterinya adalah rakryan mantri hino, rakryan mantri sirikan, dan rakryan mantri halu, patihnya konon bernama Arema. Pada Panji Wijayakrama, patih yang menggantikan Raganata bernama Mahisa Anengah, didampingi oleh Apanji Angragani.

Demikianlah kiranya Kebo Arema itu sama dengan Mahisa Anengah. Maka pemecatan Mpu Raganata yang terjadi sebelum tahun Saka 1191 atau Masehi 1269. Pada waktu itu baru saja Wisnuwardhana wafat. Maka ada dugaan pemecatan patih Raganata ada kaitannya dengan perpindahan kekuasaan dari Wisnuwardhana ke tangan Kertanagara.

Kidung Panji Wijayakrama menguraikan bahwa pemecatan itu disebabkan selisih paham antara Prabu Kertanagara dan patih Raganata. Selisih paham itu dinyatakan dengan istilah keberatan. Mungkin yang dimaksud Raganata keberatan karena kebijakan perubahan politik yang dijalankan Raja Kertanagara.

Raganata berpendapat keamanan negara lebih penting dan diutamakan. Setelah itu pendapat Raganata terbukti benar sebuah pemberontakan bersenjata belum berhenti dan mengejutkan Kertanagara.

Konon pemberontakan ini bernama Kalana Bhayangkara, tapi pemberontakan itu dapat dipadamkan. Pemberontakan terjadi pada tahun Saka 1192 atau tahun Masehi 1270, dua tahun sepeninggal Wisnuwardhana.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement