Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dampak Monopoli Cukai Semasa Pangeran Diponegoro: Dari Godaan Prostitusi hingga Judi

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 05 Desember 2023 |06:18 WIB
 Dampak Monopoli Cukai Semasa Pangeran Diponegoro: Dari Godaan Prostitusi hingga Judi
Pangeran Diponegoro (foto: dok wikipedia)
A
A
A

MONOPOLI cukai semasa Pangeran Diponegoro berdampak panjang terhadap masyarakat kala itu. Konon kondisi menyedihkan juga dialami oleh beberapa masyarakat dari kaum Tionghoa non pribumi di Kedu selatan di tahun Juli 1825.

Hal ini konon juga diperparah oleh aspek lain dari kebijakan pemerintahan Eropa pasca-1816, yaitu monopoli gerbang cukai (bandar). Dalam tempo hanya 12 tahun sejak 1812 hingga 1824, terhitung sejak Inggris masuk mengambil alih pemerintahan, pendapatan dari bandar di wilayah Yogya saja naik hampir empat kali lipat

Kenaikan pendapatan ini didorong oleh menggeliatnya perdagangan regional pada periode pasca-Giyanti. Selama 70 tahun yang damai sebelum pecahnya Perang Jawa gerbang cukai dibangun di hampir setiap pintu masuk desa dan dusun.

Van Sevenhoven, salah seorang komisioner Belanda yang ditugaskan untuk memeriksa kinerja pengelolaan gerbang cukai, berkesimpulan bahwa bandar itu bersama dengan serikat buruh kuli panggul merupakan dua momok terbesar bagi masyarakat petani Jawa sebelum perang, sebagaimana dikutip dari "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro : 1785 - 1855".

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement