JAKARTA - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3 yang didukung Partai Perindo Mahfud MD mengajak santri dan warga pesantren untuk ikut berpartisipasi politik dengan memberikan suaranya dalam Pemilu 2024.
Dikatakan Mahfud, negara ini akan baik manakala masyarakatnya berdemokrasi dengan baik di dalam Pemilu.
"Nanti silakan saudara sekalian pilih sesuai dengan hati nurani. Jangan pilih karena dikasih duit dan lainnya. Pemilunya juga harus berjalan beradab, bermartabat," kata Mahfud saat menghadiri Halaqoh Kebangsaan di Mahad Annida Al Islamy Bekasi, Jalan KH. Mas Mansyur Nomor 91, Bekasi Jaya, Jawa Barat, dikutip Selasa (5/12/2023).
Bernegara, kata Mahfud, adalah fitrah. Menurut Imam Al-Ghazali beragama dan bernegara seperti dua saudara kembar. Keduanya harus berjalan bersama. Tidak akan berjalan dengan baik, kalau tidak dibimbing oleh salah satunya masing-masing.
"Beragama itu asas dasar berjuang, dan bernegara untuk mengawalnya," tuturnya.
Mahfud pun mengimbau, berpolitik itu tugas mulia untuk memelihara nilai luhur kehidupan beragama. Politik memang sering diartikan kotor. Tapi, yang kotor adalah pemainnya.
Karenanya, jika umat Islam tidak mengawal politik dan demokrasi dengan baik, negara Indonesia bisa gagal. Namun, Mahfud mengingatkan, dalam berpolitik harus dengan etika.
"Sepeti dulu Nabi Muhammad ke Madinah mendirikan negara. Sebelum ada Nabi, ketertiban belum teratur, ada diskriminasi antarkelompok agama terhadap kelompok lain, satu suku, dan suku lain," ungkap Mahfud.
"Saat ini, kita punya negara Indonesia. Nah, tugas kita adalah menjaga negara Indonesia itu dengan baik, mencintai Tanah Air dengan serius," ajaknya.
Mahfud menilai, partisipasi ini penting. Sebab, jangan sampai masyarakat berpikir seluruh calon buruk sehingga enggan untuk memilih. Jika demikian, calon dengan reputasi buruk, bisa terpilih betulan.
"Orang pesantren harus berpikiran, saya memilih yang terbaik dari yang ada," tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mahfud juga memperkenalkan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo kepada ribuan peserta yang hadir.
"Pak HT ini putra Pak Tanoesoedibjo pendiri Persatuan Islam Tionghoa. Dan pendiri Masjid Ceng Ho. Dari Partai Perindo, ada juga Mas Vicky Prasetyo, ada juga dari PPP," ucapnya.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.