Sedangkan untuk Most Influential Woman In Energy Transition, menurut Nicke, penghargaan ini merupakan motivasi bagi seluruh wanita di Tanah Air. Bahwa wanita juga mampu memimpin industri yang mayoritas di dominasi oleh laki-laki.
"Sebagai perempuan saya mau kasih semangat, bahwa di male dominated industry, perempuan juga bisa jadi pemimpin. Banyak enginner perempuan berprestasi. Penghargaan ini juga ditujukan untuk perwira dan manajemen Pertamina yang mau dipimpin oleh perempuan," ungkap Nicke.
Nicke juga mengaku bersyukur, memiliki jajaran yang luar biasa dalam berkolaborasi. Hingga pada akhirnya Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan di Indonesia masuk dalam global fortune 500, serta mendapatkan penghargaan nomor satu secara dunia terkait ESG performance, untuk kategori integrated oil and gas company.
“Artinya dengan penghargaan ini kita sepertinya sudah di dalam track yang benar. Tinggal kita akselerasi semuanya untuk lebih mempercepat lagi seluruh transisi energi dan juga memberikan dampak yang lebih besar lagi,” tutur Nicke.
Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.
(Fitria Dwi Astuti )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.