Sementara itu, Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Usman Hamid juga membantah anggapan bahwa isu penculikan aktivis pada 1998 lalu hanya muncul lima tahun sekali setiap calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto maju Pemilihan Presiden (Pilpres).
“Isu tersebut selalu dimunculkan setiap saat. Bahkan, keluarga korban menggelar aksi rutin depan Istana Negara Jakarta, setiap hari Kamis, untuk bertanya kepada negara di mana keberadaan anak mereka yang masih hilang,”tandasnya.
Sementara itu, ayah dari korban penculikan Bimo Petrus, Utomo mengatakan, sudah tertutup harapan untuk mendukung Prabowo sebagai Calon Presiden di 2024. “ Kami menuntut keadilan atas peristiwa penculikan terhadap anak kami,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.