Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Maruf Amin Bertemu Cendekiawan Perempuan Mesir Nahla El-Saidy

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 21 Desember 2023 |21:46 WIB
Maruf Amin Bertemu Cendekiawan Perempuan Mesir Nahla El-Saidy
Wapres Maruf Amin terima penulis Mesir Nahla El-Saidy/Foto: Setwapres
A
A
A

 

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menerima Cendekiawan Perempuan Mesir Dr. Nahla Sabry El-Saidy, di Kediaman Resmi Wapres, Jl. Diponegoro No. 2, Jakarta, Kamis (21/12/202).

Mengawali pertemuan, Nahla yang saat ini menjabat sebagai Direktur Markaz Tathwir (Pusat Pongembangan Pelajar dan Mahasiswa Asing Al-Azhar), menyampaikan bahwa ia merasa senang setiap datang ke Indonesia, karena banyaknya mahasiswa Indonesia yang saat ini menuntut ilmu di Al-Azhar.

 BACA JUGA:

“Sampai kami menamakan Al-Azhar Indonesia, karena saking banyaknya pelajar Indonesia,” ujarnya berkelakar.

Selain menemui Wapres, kedatangan Nahla ke Indonesia untuk menghadiri Konferensi Moderasi Beragama Asia-Afrika dan Amerika Latin yang digelar pada Rabu (20/12/2023), di Bandung, Jawa Barat.

 BACA JUGA:

Lebih jauh Nahla mengungkapkan pemikirannya yang ia sampaikan dalam forum internasional tersebut. Menurutnya, sebagai upaya memberikan ruang bagi perempuan dalam menggali potensi mereka untuk berkontribusi mencari solusi isu-isu global, serta mendukung kesetaraan gender yang sesuai dengan syariah Islam, maka perlu dibentuk Majlis Ulama Perempuan Global, termasuk di Indonesia.

“Di Pakistan sudah dibentuk majlis seperti ini, saya harap di semua negara-negara berpenduduk muslim [termasuk Indonesia] juga membentuk majlis yang sama, karena setiap lokasi punya permasalahan berbeda,” ungkapnya.

Meskipun saat ini banyak perempuan yang sudah menduduki posisi penting, namun Nahla menilai, masih banyak yang belum memahami konsep sesungguhnya tentang perempuan dalam Islam.

“Dalam forum yang saya hadiri, masih ada yang menyampaikan kesetaraan perempuan yang zolim. Yang saya harapkan di sini adalah kesetaraan yang tidak bias dan tidak zolim,” jelas Nahla.

“Kami mengharapkan majlis perempuan ini yang akan memetakan dan merumuskan cara berpikir muslimah yang sesuai dengan Islam,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Wapres mendukung dibentuknya Majlis Perempuan Global. Namun, ia berharap pihak Al-Azhar yang akan menginisiasi secara konsep dan pemikiran, selebihnya secara teknis akan dilakukan oleh pihak di Indonesia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement