Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cegah Korupsi, Ganjar Pranowo Tegaskan Kesiapan Kuatkan KPK

Agung Bakti Sarasa , Jurnalis-Rabu, 17 Januari 2024 |18:45 WIB
Cegah Korupsi, Ganjar Pranowo Tegaskan Kesiapan Kuatkan KPK
Ganjar Pranowo (Foto: MPI)
A
A
A

BATANG - Calon Presiden (Capres) 2024 nomor urut 3, Ganjar Pranowo menegaskan kesiapannya untuk menguatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satunya dengan melakukan pencegahan sedini mungkin, baik di masyarakat maupun di tubuh KPK.

Ganjar menyampaikan pengalamannya dalam memberantas korupsi saat menjabat Gubernur Jawa Tengah dua periode. Dia memulai visi misi pencegahan korupsi dengan meneken kesepakatan bersama seluruh bupati dan wali kota di 35 kabupaten dan kota perihal pencegahan korupsi sejak dini.

"Pengalaman saya, 2014 kami datang lalu ada koordinasi supervisi pencegahan, itu yang mesti terus dilakukan (pencegahan korupsi) kita yang menginisasi untuk antikorupsi mulai dari sekolah. 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah waktu itu saya ajak tanda tangan membuat kesepakatan pendidikan antikorupsi," kata Ganjar saat bertemu para sopir truk di Terminal Bus Limpung, Kabupaten Batang, Rabu (17/1/2024).

Menurut Ganjar, munculnya kasus pungli atau pemerasan yang dilakukan oleh pegawai KPK akibat lemahnya pengawasan dan kontrol itu sendiri terhadap badan antirasuah tersebut. Menurutnya, masyarakat yang memiliki peran sangat penting dalam memberikan pengawasan terhadap KPK.

Karena itu, kata Ganjar, penguatan KPK mesti dilakukan optimal dengan melibatkan seluruh pihak dan masyarakat pada umumnya. Komitmen tersebut sejalan dengan 21 program unggulan Ganjar-Mahfud jika memenangkan kontestasi politik 2024.

"Maka kuatkan KPK, kembalikan lagi, tapi semua harus ikut dalam pencegahan korupsi. Saya siap sekali, bahkan sudah saya siapkan sejak 2013 maju pertama jadi gubernur, Mboten Korupsi Mboten Ngapusi, cocok kan sama Pak Mahfud juga," jelasnya.

Capres berambut putih itu beranggapan, jika penguatan KPK dan pencegahan korupsi tidak dilakukan secara menyeluruh, maka dia mengumpamakannya dengan istilah 'kapok lombok'.

"Kalau itu tidak dilakukan, sudahlah, itu seperti kapok lombok. Makan cabai kepedasan, taubat taubat, besok kumat lagi. Jadi artinya sistem pencegahan harus baik, transparansi harus dilakukan dan masyarakat akan bisa mengontrol semuanya," tandasnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement